HOME  ⁄  Geopolitik

AS Sebut Izin Penjualan Minyak Rusia sebagai Langkah Pragmatis di Tengah Krisis Energi Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Sebut Izin Penjualan Minyak Rusia sebagai Langkah Pragmatis di Tengah Krisis Energi Global
Foto: (Sumber : Arsip Foto - Kapal tanker minyak mentah Fuga Bluemarine berlabuh dekat Terminal Kozmino, Teluk Nakhodka, dekat Kota Pelabuhan Nakhodka, Rusia, Minggu (4/12/2022). (ANTARA/REUTERS/Tatiana Meel/am.)

Pantau - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa keputusan memperpanjang izin penjualan minyak Rusia merupakan langkah pragmatis jangka pendek untuk menjaga stabilitas pasokan energi global di tengah krisis.

Alasan Kemanusiaan dan Distribusi Energi

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan kemanusiaan dan distribusi energi yang lebih merata ke berbagai negara.

"Kami baru saja membuat keputusan kemanusiaan yang pragmatis dalam jangka pendek; daripada membiarkan semua minyak itu pergi ke China, biarkan sebagian minyak itu pergi ke India. Biarkan sebagian minyak itu pergi ke negara-negara lain di Asia yang akan memurnikan minyak itu, memberi energi kepada rakyat mereka," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa langkah ini juga mempertimbangkan kondisi pasar global, di mana minyak Rusia sudah terlanjur beredar dan dimanfaatkan oleh sejumlah negara.

Wright menambahkan India turut mengekspor bahan bakar ke Uni Eropa yang saat ini menghadapi kekhawatiran terhadap tingginya harga energi.

"Ini adalah keputusan pragmatis jangka pendek untuk memungkinkan minyak yang sudah mengalir untuk arah yang berbeda," ujarnya.

Kebijakan Sanksi dan Latar Konflik

Sebelumnya, Departemen Keuangan AS melalui Badan Pengawasan Aset Asing mengeluarkan izin umum untuk pengiriman dan penjualan minyak Rusia pada Sabtu (18/4/2026), yang memperpanjang pelonggaran sanksi terhadap minyak mentah Rusia.

Kebijakan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Pada 7 April, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dan melanjutkan negosiasi di Islamabad pada 11 April, namun belum mencapai kesepakatan.

Meski belum ada pengumuman resmi terkait kelanjutan konflik, Amerika Serikat dilaporkan mulai memblokade pelabuhan Iran dan mendorong upaya negosiasi lanjutan melalui mediator internasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf