
Pantau - Pelatih Timnas Indonesia U-17 Kurniawan Dwi Yulianto menjadikan kegagalan di Piala AFF U-17 sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi Piala Asia U-17 mendatang.
Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 19 April 2026, setelah tim tidak mampu melaju lebih jauh di turnamen.
Ia mengatakan, "Kami menyiapkan game plan bertahan dan counter attack. Tapi saat melakukan serangan balik, hasilnya belum maksimal dan ini menjadi catatan sebelum kami bertanding di Piala Asia."
Kurniawan tetap mengapresiasi kerja keras para pemain meski hasil belum sesuai harapan.
Strategi bertahan dipilih karena Vietnam tampil agresif sehingga Indonesia mengandalkan serangan balik.
Namun, transisi dari bertahan ke menyerang dinilai belum berjalan maksimal.
Ia menyatakan, "Ketika kami bermain dengan lima pemain di belakang, dukungan ke depan memang lebih sedikit. Jadi kami harus memaksimalkan counter attack."
Ia menambahkan, "Kami memang sengaja bermain defend counter. Kami tunggu mereka di area sendiri dan berharap bisa melakukan serangan balik."
Tim pelatih akan mengevaluasi komposisi pemain dengan memilih 23 pemain terbaik dari total sekitar 50 pemain.
Beberapa pemain tambahan seperti Matt Baker, Noah, dan Mike turut masuk dalam pertimbangan.
Kiper Abdillah Ishak tampil menonjol dengan sejumlah penyelamatan penting sepanjang turnamen.
Ia mengatakan, "Saya bermain lepas saja karena sudah diberikan kepercayaan oleh pelatih dan saya tidak mau membuat malu negara ini."
Ia menambahkan, "Yang paling menentukan ya harus dipercaya oleh tim pelatih, jadi saya harus bekerja keras saat latihan."
Turnamen ini menjadi ajang evaluasi penting bagi Indonesia sebelum tampil di Piala Asia U-17.
Sementara itu, semifinal akan mempertemukan Laos melawan Malaysia serta Vietnam menghadapi Australia, dengan final dijadwalkan pada 24 April 2026.
- Penulis :
- Gerry Eka








