HOME  ⁄  Geopolitik

Lebih dari 23.000 Warga Palestina Ditangkap di Tepi Barat Sejak Konflik Gaza

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Lebih dari 23.000 Warga Palestina Ditangkap di Tepi Barat Sejak Konflik Gaza
Foto: (Sumber: Arsip foto - Warga menyambut seorang tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel, di Kota Ramallah, Tepi Barat, Senin (13/10/2025). ANTARA/Xinhua/Nidal Eshtayeh/aa.)

Pantau - Lebih dari 23.000 warga Palestina dilaporkan ditangkap oleh pasukan Israel di wilayah Tepi Barat termasuk Yerusalem sejak pecahnya konflik Gaza pada Oktober 2023.

Data tersebut disampaikan oleh Masyarakat Tahanan Palestina dan dikutip kantor berita WAFA pada Minggu, 19 April 2026.

Penangkapan mencakup warga yang masih ditahan maupun yang telah dibebaskan.

Penangkapan dilakukan di berbagai lokasi, mulai dari rumah warga, pos militer, hingga melalui tekanan untuk menyerahkan diri.

Dalam sejumlah kasus, praktik penyanderaan juga dilaporkan terjadi.

Tercatat sekitar 700 perempuan dan 1.800 anak-anak termasuk dalam kasus penahanan tersebut.

Selain itu, lebih dari 240 jurnalis dilaporkan ikut ditahan, dengan 43 di antaranya masih berada dalam tahanan, termasuk tiga perempuan.

Seorang jurnalis bernama Marwan Harzallah dilaporkan meninggal dunia dalam tahanan.

Penangkapan disebut disertai berbagai pelanggaran seperti pemukulan, intimidasi, serta tekanan terhadap keluarga tahanan.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada rumah warga akibat penghancuran dan vandalisme.

Selain itu, penyitaan kendaraan, uang, dan perhiasan turut dilaporkan dalam sejumlah kasus.

Kerusakan infrastruktur terjadi di beberapa kamp pengungsi, terutama di wilayah Tulkarm dan Jenin.

Dalam beberapa insiden, dilaporkan terjadi eksekusi di lapangan serta interogasi intens terhadap warga.

Peristiwa ini berdampak luas terhadap ribuan warga di berbagai wilayah Tepi Barat.

Penulis :
Gerry Eka