HOME  ⁄  Nasional

Kirgistan Siap Tawarkan Solusi Inovatif untuk Konflik Dunia Setelah Terpilih ke Dewan Keamanan PBB

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kirgistan Siap Tawarkan Solusi Inovatif untuk Konflik Dunia Setelah Terpilih ke Dewan Keamanan PBB
Foto: (Sumber : Arsip - Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat tentang Venezuela di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (5/1/2026). ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Loey Felipe/aa..)

Pantau - Kirgistan menyatakan akan menawarkan solusi baru dan inovatif bagi berbagai konflik dunia setelah terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk masa jabatan dua tahun.

Kirgistan Ingin Hadirkan Pendekatan Baru

Duta Besar Kirgistan untuk Washington, Edil Baisalov, mengatakan negaranya akan berupaya memberikan perspektif baru dalam penyelesaian berbagai konflik global, termasuk yang terjadi di Ukraina, Iran, dan Jalur Gaza.

Ia mengungkapkan, "Kami menyadari semua krisis yang terjadi saat ini. Kami memiliki pandangan kami sendiri."

Baisalov menambahkan, "Jelas, kami akan berkonsultasi dengan banyak anggota yang mendukung pemilihan kami. Kami mengetahui prosedur Dewan Keamanan, dan kami akan menjadi suara yang akan mencoba menghadirkan beberapa solusi inovatif."

Menurutnya, pendekatan lama yang selama ini digunakan kekuatan besar dunia kerap diulang untuk menghadapi tantangan baru yang terus berkembang.

Ia menilai kehadiran negara-negara yang belum pernah menjadi anggota Dewan Keamanan PBB dapat memperkaya proses pengambilan keputusan internasional.

Pertama Kali Menjadi Anggota Dewan Keamanan

Kirgistan terpilih oleh Majelis Umum PBB sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Selain Kirgistan, Austria, Portugal, Zimbabwe, serta Trinidad dan Tobago juga terpilih sebagai anggota tidak tetap yang baru.

Negara-negara tersebut akan menggantikan Denmark, Yunani, Pakistan, Panama, dan Somalia yang masa tugasnya segera berakhir.

Dewan Keamanan PBB terdiri dari 15 anggota yang mencakup lima anggota tetap, yakni Rusia, China, Prancis, Inggris Raya, dan Amerika Serikat yang memiliki hak veto, serta 10 anggota tidak tetap yang dipilih berdasarkan perwakilan kawasan.

Sementara itu, Bahrain, Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Latvia, dan Liberia masih akan melanjutkan masa tugas mereka sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Penulis :
Ahmad Yusuf