HOME  ⁄  Geopolitik

PM Pakistan dan Presiden Iran Gelar Pembicaraan Bahas Situasi Timur Tengah dan Upaya Perdamaian

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PM Pakistan dan Presiden Iran Gelar Pembicaraan Bahas Situasi Timur Tengah dan Upaya Perdamaian
Foto: (Sumber : Arsip foto - Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. (ANTARA/Anadolu/py/pri.).)

Pantau - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu malam (19/4/2026) untuk membahas perkembangan situasi di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Pembicaraan Hangat dan Komitmen Perdamaian

Sharif menyebut percakapan tersebut berlangsung hangat dan konstruktif serta menyoroti dinamika regional yang sedang berkembang.

"Saya telah melakukan percakapan yang hangat dan konstruktif dengan Presiden Dr. Masoud Pezeshkian malam ini mengenai perkembangan situasi regional," ungkapnya.

Dalam pembicaraan itu, Sharif juga menyampaikan hasil pertemuannya dengan para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Turki terkait upaya meredakan konflik.

Ia menegaskan komitmen Pakistan untuk berperan sebagai mediator dalam menjaga stabilitas kawasan.

"Saya meyakinkan Presiden Pezeshkian bahwa dengan dukungan dari para teman dan rekan, Pakistan tetap berkomitmen secara penuh pada perannya sebagai fasilitator yang jujur dan tulus untuk perdamaian abadi dan stabilitas regional," ujarnya.

Latar Belakang Konflik dan Upaya Negosiasi

Sebelumnya, Amerika Serikat mengirim perwakilan ke Islamabad untuk melanjutkan negosiasi terkait Iran yang direncanakan berlangsung dalam 24 jam ke depan.

Konflik bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada akhir Februari yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang kemudian dilanjutkan dengan negosiasi di Islamabad pada 11 April, namun belum menghasilkan kesepakatan.

Meski belum ada pengumuman resmi terkait dimulainya kembali konflik, Amerika Serikat dilaporkan mulai memblokade pelabuhan Iran sehingga memicu kekhawatiran eskalasi lanjutan.

Para mediator internasional saat ini terus mengupayakan putaran baru negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran guna meredakan ketegangan di kawasan.

Penulis :
Ahmad Yusuf