
Pantau - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur bersama warga berhasil menangkap 1.831 kilogram atau 1,83 ton ikan sapu-sapu dari berbagai titik perairan di 10 kecamatan sebagai upaya pengendalian spesies invasif yang merusak ekosistem.
Operasi Gabungan di 10 Kecamatan
Penangkapan dilakukan secara masif dengan melibatkan 70 personel gabungan dari unsur pemerintah dan masyarakat di sejumlah wilayah perairan Jakarta Timur.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur, Fauzi, mengungkapkan, "Ini menunjukkan hasil signifikan berkat kolaborasi antara petugas dan masyarakat. Dalam kegiatan yang melibatkan 70 personel gabungan, sebanyak 1,83 ton ikan sapu-sapu berhasil diangkat dari sejumlah titik perairan di 10 kecamatan".
Fauzi juga menegaskan pentingnya keterlibatan warga dengan mengatakan, "Tidak kalah penting, kami juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam upaya penangkapan ikan invasif yang juga bisa merusak struktur tanggul ini".
Ikan sapu-sapu dinilai berbahaya karena dapat merusak habitat perairan serta berpotensi mengganggu infrastruktur seperti tanggul.
Wilayah dengan Tangkapan Terbesar
Kecamatan Makasar menjadi wilayah dengan tangkapan terbesar mencapai 481,55 kilogram, disusul Ciracas 280 kilogram dan Cakung 240,6 kilogram yang menjadi fokus utama pengendalian.
Wilayah lain yang mencatat hasil signifikan antara lain Pasar Rebo 178 kilogram, Cipayung 189 kilogram, Kramat Jati 137,8 kilogram, Jatinegara 126,15 kilogram, Matraman 87 kilogram, Duren Sawit 64,5 kilogram, dan Pulogadung 47,2 kilogram.
Di Kecamatan Cipayung, distribusi tangkapan tersebar di beberapa kelurahan dengan rincian Cipayung 56 kilogram, Pondok Ranggon 40 kilogram, Setu 31 kilogram, Munjul 28,4 kilogram, Cilangkap 14,4 kilogram, Lubang Buaya 9,3 kilogram, Ceger 5,5 kilogram, dan Bambu Apus 4,4 kilogram.
Fauzi menyampaikan, "Pengendalian ikan sapu-sapu masih akan dilanjutkan karena jumlahnya yang sangat banyak hingga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem".
Ia juga menambahkan, "Kita sangat perlu menjaga perairan kita agar ekosistemnya berjalan dengan baik dan dapat menjadi rumah bagi habitat lainnya".
Pemkot Jakarta Timur berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat dalam program pelestarian lingkungan termasuk pengendalian spesies invasif secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Shila Glorya








