HOME  ⁄  Nasional

TNI Rampungkan Jembatan Aramco di Aceh Tamiang, Akses Warga Pulih dan Ekonomi Mulai Bangkit

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

TNI Rampungkan Jembatan Aramco di Aceh Tamiang, Akses Warga Pulih dan Ekonomi Mulai Bangkit
Foto: (Sumber : Prajurit TNI dari Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama masyarakat merampungkan pembangunan jembatan aramco di Desa Tanah Terban, Aceh Tamiang, Selasa (20/4/2026). ANTARA/HO/Korem Lilawangsa..)

Pantau - Prajurit TNI dari Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama masyarakat merampungkan pembangunan jembatan aramco di Desa Tanah Terban dan Desa Tupah, Kecamatan Karang Baru, sehingga akses transportasi warga kembali normal pada Selasa, 21 April 2026.

Jembatan Jadi Solusi Pascabencana

Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya menyatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

"Pembangunan jembatan aramco ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat pascabencana," ujarnya.

Ia menjelaskan jembatan tersebut menjadi solusi cepat untuk memulihkan konektivitas antarwilayah yang sebelumnya terganggu akibat bencana alam.

"Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga di kedua desa untuk menunjang aktivitas sehari-hari, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi lokal," katanya.

Warga Apresiasi dan Rasakan Dampak Langsung

Kepala Desa Tanah Terban M Jafar mengapresiasi respon cepat TNI dalam menyelesaikan pembangunan jembatan yang dinilai sangat vital bagi masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada TNI AD Kodim 0117/Aceh Tamiang atas respon cepatnya," ujarnya.

Ia menyebut jembatan tersebut kini menjadi jalur utama warga untuk aktivitas harian, termasuk akses pendidikan, kesehatan, serta distribusi hasil bumi.

"Jembatan ini sangat vital bagi kami, terima kasih atas dukungan penuh sehingga pembangunan ini bisa selesai tepat waktu," katanya.

Dengan beroperasinya jembatan tersebut, warga tidak lagi harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh sehingga efisiensi waktu dan biaya transportasi kembali normal.

Penulis :
Ahmad Yusuf