HOME  ⁄  Nasional

BMKG Ungkap Penyebab Gempa NTT Dipicu Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Ungkap Penyebab Gempa NTT Dipicu Aktivitas Lempeng Indo-Australia
Foto: (Sumber : Peta episentrum getaran gempa bumi bermagnitudo 6,0 di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/4/2026) ANTARA/HO-Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi yang mengguncang Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa siang dipicu aktivitas zona tumbukan Lempeng Indo-Australia.

Analisis BMKG dan Karakter Gempa

Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan gempa tersebut termasuk jenis gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas pada zona tumbukan Lempeng Indo-Australia," ujarnya.

BMKG mencatat parameter pemutakhiran menunjukkan magnitudo gempa sebesar M5,7 dengan episenter berada di koordinat 9,22 LS dan 124,16 BT atau sekitar 54 kilometer barat laut Timor Tengah Utara pada kedalaman 60 kilometer.

Gempa terjadi pada pukul 10.17 WIB dan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, terutama di Atambua dengan skala III-IV MMI serta Maumere dengan skala III MMI.

Dampak dan Imbauan kepada Masyarakat

Guncangan juga dirasakan di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kefamenanu, Malaka, Soe, Lembata, Larantuka, Alor, hingga Ende dengan skala II-III MMI.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami meskipun sempat terjadi satu kali gempa susulan berkekuatan M3,2 hingga pukul 10.45 WIB.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Penulis :
Ahmad Yusuf