
Pantau - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan dukungan terhadap film bertema sejarah tidak cukup hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga memerlukan ruang apresiasi agar menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Perlu Ruang Apresiasi untuk Generasi Muda
Rano menyampaikan pentingnya memberikan perhatian lebih terhadap film sejarah sebagai media edukasi dan penguatan karakter bangsa.
“Film seperti ini harus kita dukung bersama, bukan hanya secara finansial, tetapi juga dengan memberi perhatian dan ruang agar generasi muda memahami sejarah serta mengenal tokoh bangsa,” ungkapnya.
Ia menilai film mampu menjadi sarana efektif untuk menyampaikan nilai keteladanan, semangat kebangsaan, serta pelajaran kehidupan kepada masyarakat.
Komitmen Jakarta Jadi Kota Sinema
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mengembangkan industri perfilman melalui pembentukan Jakarta Film Commission yang direncanakan pada 22 Juni 2026.
“Jakarta akan menjadi kota sinema. Kami telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk internasional. Ini menunjukkan potensi besar Jakarta dalam industri kreatif, khususnya perfilman,” ujar Rano.
Ia menambahkan Jakarta ditargetkan menjadi tuan rumah berbagai agenda perfilman internasional guna memperkuat posisi sebagai pusat industri kreatif.
Kehadiran Rano dalam acara pemutaran film “Buya Hamka III” di Menteng, Jakarta Pusat, menjadi bentuk dukungan terhadap karya sinema nasional sekaligus upaya meningkatkan literasi sejarah di kalangan generasi muda.
Menurutnya, film tersebut memiliki nilai penting dalam memperkenalkan tokoh inspiratif di tengah semakin berkurangnya kedekatan generasi muda dengan sejarah bangsa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








