
Pantau - Lebaran Betawi di kawasan Agro Wisata Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, berhasil meningkatkan omzet pelaku UMKM hingga Rp57,3 juta selama dua hari pelaksanaan pada 18–19 April 2026.
Omzet UMKM Melonjak dari Sektor Kuliner
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur Andi Ahmad Refi mengatakan, "Selama dua hari pelaksanaan pada 18-19 April 2026, total penjualan dari para pelaku UMKM mencapai Rp57,3 juta."
Total omzet tersebut dihasilkan oleh 36 pelaku Jakpreneur yang berpartisipasi dalam kegiatan bazar.
Refi mengungkapkan, "Penjualan tertinggi berasal dari sektor kuliner yang cukup diminati para pengunjung Lebaran Betawi Cipayung."
Produk yang ditawarkan meliputi makanan khas, kerajinan tangan, aksesoris, hingga busana yang menarik minat pengunjung.
Pelaku usaha dengan omzet tertinggi diraih Deanita Novianti melalui usaha Buna Rara dengan penjualan mencapai Rp3,6 juta.
Sebanyak 24 peserta berasal dari binaan Sudin PPKUKM, dua dari Sudin KPKP, serta masing-masing satu peserta dari Sudin Kebudayaan, Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sudin PPAPP, dan Sudin Sosial.
Ajang Promosi dan Pelestarian Budaya Betawi
Refi menjelaskan, "Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan ekonomi pelaku usaha."
Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang hadir sepanjang acara berlangsung.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional Betawi seperti gambang kromong dan lenong.
Rangkaian acara diawali dengan arak-arakan palang pintu dan tradisi Nyorog yang menjadi ciri khas budaya Betawi.
Pengunjung turut menikmati hiburan musik termasuk penampilan Erie Suzan.
Lebaran Betawi Cipayung menjadi upaya pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Pemerintah berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan untuk mengembangkan potensi ekonomi dan budaya Betawi di Jakarta Timur.
- Penulis :
- Arian Mesa








