
Pantau - Pemerintah Indonesia melalui Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani mendorong percepatan kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia ke Yunani melalui skema pemerintah ke pemerintah (G to G).
Peluang Kerja Besar di Yunani
Christina menyampaikan langkah tersebut sebagai tindak lanjut kunjungannya ke Yunani pada November 2025 terkait peluang kerja bagi PMI di berbagai sektor.
Ia menyebut kebutuhan tenaga kerja di Yunani cukup besar, terutama di sektor strategis seperti industri perhotelan.
"Oleh karena itu, kami mendorong agar proses pembahasan MoU (nota kesepahaman) G to G ini dapat segera dimulai. Kami juga meminta dukungan Bapak Duta Besar untuk menyampaikan hal ini kepada pihak-pihak terkait di Yunani," ungkapnya.
Perkuat Diplomasi Ketenagakerjaan
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi ketenagakerjaan sekaligus membuka akses pasar kerja global bagi tenaga kerja Indonesia.
Christina menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan setiap penempatan PMI dilakukan secara aman, terstruktur, dan memberikan perlindungan maksimal.
"Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu pintu masuk yang konkret bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkarier di luar negeri secara legal dan profesional," ujarnya.
Sebelumnya, Christina juga telah bertemu sejumlah pejabat Yunani dan agensi penempatan tenaga kerja untuk membahas peluang kerja bagi PMI di negara tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








