
Pantau - Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memperluas kerja sama di sektor transportasi yang mencakup bidang penerbangan, maritim, perkeretaapian, investigasi keselamatan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pertemuan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dengan Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi Saleh bin Nasser Al-Jasser di Jakarta, Senin (13/7).
Kerja Sama Diperluas ke Berbagai Sektor Transportasi
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan Pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat kemitraan transportasi yang telah terjalin dengan Arab Saudi sekaligus memperluas cakupan kerja sama.
"Saya sangat mengapresiasi hal tersebut. Pada kesempatan ini, Saya ingin menegaskan kembali Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama tersebut, bahkan memperluas jangkauannya,” ujar Menhub Dudy.
Pemerintah Indonesia menyambut baik inisiatif Arab Saudi untuk mengembangkan sejumlah Nota Kesepahaman yang meliputi investigasi keselamatan transportasi, maritim, perkeretaapian, hingga kerja sama teknis di bidang penerbangan sipil.
Menhub Dudy menyatakan tim teknis Kementerian Perhubungan akan ditugaskan untuk membahas dan menyelesaikan usulan Nota Kesepahaman tersebut sesuai target waktu.
Penerbangan dan Pengembangan SDM Jadi Prioritas
Dudy menjelaskan kerja sama transportasi udara antara Indonesia dan Arab Saudi telah berlangsung sejak penandatanganan Perjanjian Transportasi Udara pada 1988 dan terus diperkuat untuk meningkatkan konektivitas kedua negara.
“Diskusi terkait layanan udara antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Transportasi dan Logistik Arab Saudi yang berlangsung pada Juni 2025 lalu menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan," ucap Menhub.
"Salah satu yang disepakati adalah perluasan titik operasional, di antaranya Yogyakarta dan Banda Aceh. Hal ini perlu dilanjutkan, mengingat permintaan perjalanan udara dari Indonesia menuju Arab Saudi atau sebaliknya terus menunjukkan peningkatan,” tambahnya.
Menhub juga mengapresiasi komitmen maskapai Arab Saudi yang melayani pasar Indonesia, terutama untuk kebutuhan jamaah umrah, serta menyebut salah satu maskapai swasta Indonesia telah menambah frekuensi penerbangan terjadwal menuju Jeddah dan Madinah sejak Desember 2025.
“Ke depan, saya yakin masih banyak ruang bagi kita untuk terus bekerja sama di sektor transportasi udara. Satu hal yang penting, kita perlu memastikan peluang yang adil dan menguntungkan bagi maskapai penerbangan kedua negara, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga kepatuhan terhadap peraturan masing-masing negara,” jelas Menhub.
Dalam pertemuan tersebut, Dudy juga meminta dukungan Arab Saudi terhadap pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) pada Sidang Luar Biasa di Montreal pada November 2026.
“Kami sangat senang apabila berhasil menjadi Anggota Dewan ICAO dan dapat berkontribusi dalam menghadirkan penerbangan sipil global yang aman, terjamin, inklusif, dan berkelanjutan. Karena itu, kami sangat berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Arab Saudi dalam pencalonan ini,” bebernya.
Menhub turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Arab Saudi terhadap pemindahan penerbangan haji dan umrah ke Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Langkah ini akan meningkatkan kenyamanan bagi jamaah haji dan umrah," tambah Menhub.
Selain itu, kedua negara membahas peluang kerja sama pengembangan SDM transportasi melalui peningkatan kapasitas, program magang, penempatan lulusan sekolah transportasi Indonesia di perusahaan Arab Saudi, serta pertukaran dosen, tenaga ahli, dan pelatihan bersama.
“Akademi transportasi di Indonesia menghasilkan lulusan terampil di bidang penerbangan, maritim, transportasi darat, dan kereta api yang siap berkontribusi pada industri transportasi di Arab Saudi. Kerja sama semacam ini akan saling menguntungkan bagi kedua negara,” ucap Menhub.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





