HOME  ⁄  Nasional

Indonesia dan Sarawak Sepakat Membuka Rute Bus Kuching–Putussibau untuk Perkuat Konektivitas Lintas Batas

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Indonesia dan Sarawak Sepakat Membuka Rute Bus Kuching–Putussibau untuk Perkuat Konektivitas Lintas Batas
Foto: Menteri Transportasi Sarawak Dato Sri Lee Kim Shin saat menerima Konsul Jenderal RI Kuching Abdullah Zulkifli, di Sarawak, Senin 13/7/2026 (sumber: KJRI Kuching)

Pantau - Indonesia dan Negeri Sarawak, Malaysia, bersepakat membuka rute baru bus umum lintas batas negara melalui jalur Kuching–Putussibau sebagai langkah memperkuat konektivitas darat sekaligus mendukung integrasi ekonomi dan interaksi sosial masyarakat di kedua wilayah.

Kesepakatan tersebut ditegaskan dalam kunjungan kehormatan (courtesy call) Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Abdullah Zulkifli, kepada Menteri Transportasi Sarawak, Dato Sri Lee Kim Shin, di Sarawak, Malaysia, pada Senin, 13 Juli 2026.

Informasi mengenai kesepakatan tersebut disampaikan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching.

Rute Baru Melalui Lubok Antu dan Nanga Badau

Perbatasan antara Kalimantan Barat, Indonesia, dan Sarawak, Malaysia, saat ini merupakan perbatasan darat dengan volume perjalanan lintas batas tertinggi di seluruh wilayah perbatasan darat Republik Indonesia.

Sebagai langkah konkret untuk memperluas jaringan transportasi, Indonesia dan Sarawak sepakat meningkatkan konektivitas darat melalui pembukaan rute bus umum lintas batas negara.

Rute baru yang akan dibuka adalah jalur Kuching–Putussibau.

Jalur strategis tersebut direncanakan beroperasi melalui Gerbang Perbatasan Lubok Antu di Sarawak dan Nanga Badau di Kalimantan Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Konsul Jenderal RI menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas hubungan konektivitas yang semakin meningkat pesat, baik melalui jalur darat maupun jalur udara.

Komitmen Keselamatan dan Tindak Lanjut

Menteri Transportasi Sarawak menyampaikan komitmen penuh untuk terus bekerja sama dengan pihak Indonesia guna memastikan standar keselamatan dan keamanan di kedua belah pihak.

Terkait kenyamanan pengguna jalan, kedua pihak sepakat bahwa apabila terdapat hal-hal yang mengganggu kenyamanan atau memerlukan penanganan cepat di lapangan, masyarakat dapat menyampaikannya secara langsung kepada KJRI Kuching maupun otoritas terkait di Malaysia.

Laporan dari masyarakat tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Pertemuan strategis ini akan segera ditindaklanjuti dengan rencana kunjungan lapangan oleh Menteri Transportasi Sarawak ke titik perbatasan Indonesia–Sarawak yang menjadi jalur baru konektivitas darat.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi teknis pembukaan rute baru serta mendukung integrasi ekonomi dan meningkatkan interaksi sosial masyarakat Indonesia dan Sarawak.

Penulis :
Arian Mesa