HOME  ⁄  Nasional

Pertumbuhan Penduduk Indonesia Lampaui Rata-Rata Dunia, Bappenas Ingatkan Risiko dan Peluang Demografi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pertumbuhan Penduduk Indonesia Lampaui Rata-Rata Dunia, Bappenas Ingatkan Risiko dan Peluang Demografi
Foto: Tangkapan layar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy dalam agenda Peluncuran Country Programme Implementation Plan (CPIP) Program Kerja Sama Indonesia-UNFPA (United Nations Population Fund) Siklus 11 di Jakarta, Selasa 21/4/2026 (sumber: ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas)

Pantau - Bappenas menyatakan bahwa kecepatan pertumbuhan populasi Indonesia berada di atas rata-rata dunia sebagaimana disampaikan dalam peluncuran program kerja sama Indonesia dengan UNFPA.

Pertumbuhan Penduduk dan Risiko Global

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rachmat Pambudy yang mengungkapkan bahwa jumlah penduduk dunia kini telah melampaui 8 miliar jiwa, sementara Indonesia sudah lebih dari 280 juta jiwa.

Ia mengungkapkan, "Sekarang penduduk dunia sudah di atas 8 miliar, dan penduduk Indonesia sudah di atas 280 juta jiwa. Kalau mengikuti tren peningkatan penduduk dunia, seharusnya kita ini hanya 240 juta saja. Berarti kecepatan pertumbuhan populasi kita di atas rata-rata dunia. Nah, kalau di atas rata-rata dunia maka kita pun harus hati-hati."

Rachmat menambahkan bahwa kondisi tersebut menuntut kewaspadaan karena tekanan jumlah penduduk dapat berdampak pada berbagai sektor kehidupan.

Ia mengungkapkan, "Kalau kita pelajari, sebagian bencana bukannya bencana alam saja, tapi bencana karena manusia karena tekanan jumlah penduduk kita. Penduduk makin banyak makin perlu air, makin perlu pangan, makin perlu energi, akhirnya melebihi kapasitas dunia untuk melayaninya. Tapi, kalau saja dunia ini dikelola dengan adil, sebenarnya cukup."

Bonus Demografi dan Kelompok Rentan

Bappenas menilai Indonesia berpotensi mengalami bonus demografi apabila populasi usia muda dapat dikelola secara optimal.

Namun, jika tidak dikelola dengan baik, peningkatan jumlah penduduk usia lanjut berisiko menurunkan produktivitas nasional.

Rachmat menekankan pentingnya perhatian terhadap kelompok rentan dalam situasi bencana.

Ia mengungkapkan, "Pada waktu mengalami bencana, akhirnya yang pertama kali yang harus diperhatikan penduduk juga. Penduduk yang paling diperhatikan adalah bayi, anak-anak, ibu hamil, dan remaja perempuan, karena remaja perempuan akan menghadapi penanganan yang berbeda dibandingkan remaja laki-laki."

Pemerintah di semua tingkat diingatkan untuk memperhatikan daya dukung lingkungan yang semakin terbatas akibat pertumbuhan populasi.

Kerja sama antara Indonesia dan UNFPA dinilai penting untuk menghadapi tantangan kependudukan sekaligus mendukung visi Indonesia Emas.

Ia mengungkapkan, “Indonesia bercita-cita untuk mewujudkan visi Indonesia Emas, dan upaya ini perlu didukung dengan penguatan peran perempuan dalam pembangunan serta pemanfaatan data kependudukan.”

Penulis :
Arian Mesa