Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BNPB Peringatkan Potensi Karhutla Mulai Muncul di Sejumlah Wilayah Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BNPB Peringatkan Potensi Karhutla Mulai Muncul di Sejumlah Wilayah Indonesia
Foto: (Sumber : Sejumlah pengendara motor melintasi jalan yang diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/3/2026). Berdasarkan pantauan BMKG Kalbar menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar per 4 Maret 2026, terdeteksi 206 titik panas akibat karhutla di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat, yaitu antara lain Mempawah, Ketapang, Bengkayang, Sambas, Kubu Raya, serta Pontianak. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/bar.)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan mulai muncul di sejumlah wilayah di Indonesia meskipun bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di berbagai daerah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan ancaman kebakaran hutan dan lahan mulai terpantau di Sulawesi Selatan.

Kejadian tersebut terjadi di Kabupaten Luwu Timur pada Kamis 5 Maret.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan kebakaran tersebut menghanguskan lahan mineral seluas sekitar lima hektare.

Kebakaran tersebut membutuhkan penanganan cepat oleh petugas gabungan agar api tidak meluas ke perkebunan maupun kawasan hutan lindung di sekitarnya.

Tim gabungan di lapangan melakukan upaya pemadaman serta lokalisasi api untuk mencegah kebakaran meluas.

Upaya tersebut juga bertujuan menghindari dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan masyarakat.

Penurunan Curah Hujan Tingkatkan Risiko Karhutla

BNPB juga mencatat adanya penurunan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Penurunan curah hujan tersebut terjadi di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat.

Kondisi tersebut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan pada tingkat moderat di wilayah tersebut.

BNPB memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di berbagai tingkatan.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan darurat serta menjaga akurasi pendataan dampak kejadian di lapangan.

BNPB Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan

Pemerintah menekankan pentingnya langkah pencegahan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Langkah tersebut dilakukan melalui pengawasan terhadap titik panas serta peningkatan kesiapsiagaan aparat di daerah rawan kebakaran.

BNPB mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan tujuan apa pun.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api sekecil apa pun kepada otoritas setempat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya bencana kabut asap yang lebih luas.

Penulis :
Aditya Yohan