
Pantau - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, Mike Johnson, mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak seharusnya terlibat dalam pembangunan bangsa di Iran setelah konflik militer yang melibatkan negara tersebut.
Pernyataan Mike Johnson di Florida
Pernyataan itu disampaikan Johnson saat berada di klub golf milik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Florida, Amerika Serikat, pada Selasa, 10 Maret.
Johnson menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki tanggung jawab untuk melakukan pembangunan negara di Iran.
"Saya pikir itu bukan tugas kami," kata Johnson.
Politikus Partai Republik dari negara bagian Louisiana tersebut menjelaskan bahwa meskipun Amerika Serikat memiliki kekuatan militer yang memadai, negara tersebut tidak memiliki cukup sumber daya maupun keinginan untuk melakukan intervensi di berbagai negara di dunia.
Ia juga menilai bahwa Amerika Serikat tidak dapat terlibat dalam berbagai upaya pembangunan bangsa di berbagai negara secara bersamaan.
Menurut Johnson, tanggung jawab Amerika Serikat adalah memproyeksikan perdamaian melalui kekuatan yang dimilikinya.
Johnson juga mengklaim bahwa rakyat Iran perlu bangkit untuk melawan pemerintah mereka sendiri.
Serangan Militer dan Dampaknya
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Israel pada awalnya mengklaim bahwa serangan dilakukan untuk menghadapi ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.
Namun kemudian dijelaskan bahwa operasi militer tersebut juga bertujuan untuk mendorong terjadinya perubahan kekuasaan di Iran.
Dalam operasi militer tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur pada hari pertama serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Setelah peristiwa tersebut, Republik Islam Iran menyatakan masa berkabung selama 40 hari.
Reaksi Rusia terhadap Operasi Militer
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyebut pembunuhan terhadap Khamenei sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional secara sinis.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengutuk operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Rusia menyerukan agar segera dilakukan deeskalasi serta penghentian permusuhan di kawasan tersebut.
- Penulis :
- Arian Mesa








