
Pantau - Polda Metro Jaya meluncurkan program Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah di 11 sekolah di Jakarta sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan serta meningkatkan deteksi dini berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.
Program tersebut diluncurkan untuk memperkuat kolaborasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa sekolah dan madrasah merupakan tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa yang harus dijaga agar tetap aman dan nyaman.
"Peluncuran FKPMS ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan di lingkungan pendidikan, mulai dari perundungan, kekerasan, pelecehan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, hingga perilaku menyimpang akibat tekanan sosial," kata Asep Edi Suheri.
Ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 Polda Metro Jaya menangani sekitar 2.706 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jakarta.
Data tersebut menunjukkan bahwa perlindungan terhadap anak masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan terpadu.
"Kehadiran FKPMS merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat," ujarnya.
Forum tersebut dihadirkan sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta pemecahan masalah secara cepat dan tepat.
"Melalui forum tersebut, komunikasi antarunsur sekolah, orang tua, masyarakat, dan kepolisian diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat dikenali sejak awal, dipetakan dengan baik, dan ditangani secara cepat serta tepat," kata Asep.
Asep juga menekankan pentingnya peran wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta ketua OSIS dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah untuk membangun budaya sekolah yang sehat dan disiplin.
Peran tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, perundungan, serta penyalahgunaan narkoba.
Peluncuran forum ini juga diikuti oleh 11 sekolah melalui Zoom Meeting sebagai embrio pembentukan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah di wilayah Jakarta.
"Dengan adanya embrio FKPMS di 11 sekolah, kami berharap forum kemitraan ini dapat terus dikembangkan di wilayah Jakarta dan menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lainnya," ujar Asep.
Ia menambahkan bahwa forum tersebut diharapkan mampu menghadirkan peta kerawanan sekolah, jalur komunikasi yang jelas, ruang konseling, serta penyelesaian masalah yang melibatkan seluruh unsur terkait.
"Ke depan, forum ini diharapkan mampu menghadirkan peta kerawanan sekolah, jalur komunikasi yang jelas, ruang konseling dan penyelesaian masalah, serta keterlibatan aktif seluruh unsur terkait," katanya.
Sebanyak 11 sekolah ditetapkan sebagai proyek percontohan pembentukan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah.
Sekolah tersebut antara lain SMK Negeri 1 Jakarta di Jakarta Pusat, SMK Walang di Jakarta Utara, SMA Negeri 78 Jakarta di Jakarta Barat, MAN 13 Jakarta di Jakarta Selatan, dan SMK Kemala Bhayangkari di Jakarta Timur.
Selain itu terdapat SMK Negeri 7 Tangerang di Kota Tangerang, MAN 1 Kota Bekasi di Kota Bekasi, SMK Negeri 1 Cikarang di Kabupaten Bekasi, MA Al Hamidiyah di Depok, SMA Negeri 69 Jakarta Kepulauan Seribu di Kepulauan Seribu, serta SMK Negeri 1 Tangerang Selatan di Tangerang Selatan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








