
Pantau - Kepala BP BUMN Dony Oskaria memaparkan tiga pilar utama transformasi ekonomi yang dijalankan pemerintah, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan penguatan sumber daya manusia, sebagai fondasi menuju Indonesia menjadi negara maju pada 2045.
Dony menyampaikan bahwa berbagai program strategis pemerintah merupakan bagian dari transformasi ekonomi nasional yang dirancang secara menyeluruh dan bukan kebijakan yang berdiri sendiri.
Ia menegaskan bahwa dalam proses transformasi suatu negara akan selalu muncul tanggapan yang beragam dari masyarakat.
“Dalam satu negara yang sedang melakukan transformasi tentu akan ada respons, baik positif maupun negatif. Tetapi yang paling penting adalah pemahaman masyarakat mengenai proses transformasi yang sedang dijalankan secara fundamental oleh pemerintah,” ungkapnya.
Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Fondasi Transformasi
Pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama dalam perjalanan menuju negara maju dengan memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Menurut Dony, tidak ada negara yang dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah menjalankan program pencetakan sawah baru, membangun dan memperluas jaringan irigasi, mengendalikan alih fungsi lahan pertanian, mereformasi tata niaga pupuk, memperkuat kebijakan pembelian gabah petani, serta meningkatkan kapasitas penyimpanan pangan nasional melalui Bulog.
Selain itu, pemerintah menjadikan ketahanan energi sebagai pilar kedua transformasi ekonomi nasional dengan mendorong kemandirian pasokan energi.
“Kalau sebuah negara ingin berdaulat dan menjadi negara maju, maka harus memiliki ketahanan energi. Karena itu kita mengembangkan energi baru terbarukan, menambah storage BBM, melakukan eksplorasi cadangan energi baru, dan menjalankan program B50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi,” ujarnya.
Pemerintah juga mengembangkan energi baru dan terbarukan, memperluas implementasi program biodiesel B50, meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM nasional, melakukan eksplorasi sumber energi baru, serta mendorong pengembangan jaringan distribusi gas rumah tangga.
Penguatan SDM Dinilai Menjadi Penentu Indonesia Maju
Dony menyebut penguatan sumber daya manusia sebagai pilar ketiga yang paling menentukan dalam transformasi ekonomi nasional.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama karena negara maju hanya dapat dibangun oleh masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif.
Ia juga menyoroti tingginya angka stunting nasional yang masih berada di kisaran 22 persen sebagai tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Semua negara yang maju dan berkelanjutan itu memiliki sumber daya manusia yang kuat dan cerdas. Karena itu pemerintah melihat persoalan stunting sebagai isu yang sangat mendasar. Saat ini angka stunting kita masih sekitar 22 persen. Ini tantangan besar yang harus kita selesaikan,” katanya.
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemerintah membangun sekitar 200 Sekolah Rakyat, mengembangkan sekolah unggulan, dan mendistribusikan smart board ke berbagai sekolah guna mendorong pemerataan mutu pendidikan.
Keseluruhan kebijakan di bidang pangan, energi, dan sumber daya manusia tersebut diposisikan sebagai fondasi utama dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Aditya Yohan





