
Pantau - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungan terhadap usulan Perum Bulog menghadirkan program Beras Kita Premium sebagai upaya membantu menstabilkan harga beras premium yang mengalami kenaikan di sejumlah daerah.
Bulog Dianggap Perlu Perbanyak Produksi Beras Premium
Amran menyampaikan dukungannya usai Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu, dengan menilai inisiatif tersebut dapat memperluas pilihan beras berkualitas bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan.
Ia mengungkapkan, “Oh itu (usulan program Beras Kita Premium dalam menstabilkan harga beras premium) bagus tuh. Bagus.”
Amran juga mendorong Bulog memproduksi beras premium dalam jumlah lebih besar agar mampu memenuhi kebutuhan pasar dan menjaga keseimbangan pasokan nasional.
“Justru Bulog harus buat beras premium sebanyak banyaknya,” ujarnya.
Usulan Masih Dibahas dan Belum Disetujui
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan usulan Program Beras Kita Premium disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan sebagai instrumen untuk meredam kenaikan harga beras premium.
Menurut Rizal, konsep program tersebut serupa dengan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), namun difokuskan pada beras premium karena harga beras medium dinilai masih stabil.
Ia mengatakan, “Kami hanya mengusulkan untuk membuat Beras Kita Premium.”
Rizal menyebut harga yang diusulkan untuk Beras Kita Premium berada di kisaran Rp14.900 per kilogram, namun menegaskan, “Nah ini kan saya baru mengajukan saran. Belum di-approve.”
Program tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan kementerian atau lembaga terkait dengan harapan dapat menjadi instrumen tambahan untuk menjaga keterjangkauan harga beras premium di masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





