HOME  ⁄  Ekonomi

Titiek Soeharto Minta Beras Cadangan Berusia di Atas Satu Tahun Dialihkan Menjadi Pakan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Titiek Soeharto Minta Beras Cadangan Berusia di Atas Satu Tahun Dialihkan Menjadi Pakan
Foto: (Sumber : Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto memberi keterangan kepada awak media usai Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman serta jajarannya di Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/Harianto..)

Pantau - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meminta pemerintah mengalihkan cadangan beras pemerintah yang telah disimpan lebih dari satu tahun menjadi pakan agar kualitas stok pangan tetap terjaga dan tidak disalurkan sebagai bantuan pangan.

Titiek Soroti Usia Simpan dan Perputaran Stok Beras

Dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Titiek menekankan pentingnya mempercepat perputaran stok beras di gudang.

Ia mengatakan, “Saya minta supaya (stok CBP) di atas satu tahun, 1,5 tahun, itu sudahlah buat pakan ajalah Pak. Jangan buat bantuan pangan lagi.”

Menurut Titiek, data yang diterimanya menunjukkan sekitar 1,3 juta hingga 1,5 juta ton dari total stok beras pemerintah sekitar 5 juta ton telah berusia antara satu hingga satu setengah tahun.

Ia mengungkapkan, “Ini saya baru minta nih ke staf bapak juga nih yang jawab, bukan saya ngarang-ngarang. Yang umur satu tahun sampai 1,5 tahun itu cukup tinggi. Ada 1,3 juta (ton). Bapak punya stok 5 juta tapi yang warnanya putih tua itu ada 1,5 juta ton.”

Titiek juga meminta pemerintah memperhatikan percepatan distribusi stok lama agar tidak menimbulkan persoalan kualitas di kemudian hari.

Ia menambahkan, “Ini tolong diperhatiin Pak supaya perputarannya cepat. Jadi enggak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan, jangan kasih sasaran tembak. Jadi tolong diperhatiin lagi stoknya Pak, supaya berputarnya lebih cepat lagi.”

Pemerintah Evaluasi Kualitas Cadangan Beras Nasional

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan telah meminta Perum Bulog melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas cadangan beras pemerintah.

Ia mengungkapkan, “Kami sudah panggil Dirutnya kemarin dan tadi pagi baru tiba dari China. Saya katakan, Pak Dirut ini pasti ditanya besok. Ini jangan jangan Bapak yang berbuat, masalahnya ke saya. 'Oh siap Pak Menteri'.”

Berdasarkan laporan Bulog, Amran menyebut beras yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 3.619 ton dari total stok sekitar 5,3 juta ton, sementara sekitar 93.488 ton lainnya memerlukan perhatian khusus namun sebagian besar masih dapat diperbaiki atau diolah kembali.

Amran menegaskan, “Tapi kami minta Bulog waspada dari sekarang. Kita sudah setengah mati kerja. Ini alhamdulillah ada yang rusak, karena berasnya ada. Kalau dulu tidak rusak karena berasnya kurang.”

Ia menambahkan bahwa beras yang tidak dapat dipulihkan kualitasnya masih dapat dimanfaatkan dengan diolah menjadi tepung sehingga tetap memiliki nilai ekonomi dan tidak terbuang sia-sia.

Penulis :
Ahmad Yusuf