HOME  ⁄  Ekonomi

Titiek Soeharto Desak Pemerintah Wujudkan Swasembada Bawang Putih dan Kurangi Ketergantungan Impor

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Titiek Soeharto Desak Pemerintah Wujudkan Swasembada Bawang Putih dan Kurangi Ketergantungan Impor
Foto: (Sumber : Tangkapan layar - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto memimpin Rapat Kerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian serta Badan Pangan Nasional di Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/Harianto..)

Pantau - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meminta Kementerian Pertanian segera mewujudkan swasembada bawang putih agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Titiek Soroti Program Bawang Putih yang Tidak Masuk Prioritas

Dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian di Jakarta, Titiek mempertanyakan alasan program pengembangan bawang putih tidak tercantum dalam program kerja prioritas nasional.

Ia mengatakan, “Untuk saya, saya mau tanya lagi mengenai bawang putih. Pak Menteri. Kenapa kok enggak masuk lagi di program kerja prioritas nasional nih?”

Meski Menteri Pertanian menjelaskan telah menggeser anggaran sebesar Rp260 miliar untuk pengembangan bawang putih pada tahun ini, Titiek menegaskan persoalan utamanya bukan sekadar alokasi dana, melainkan penetapan komoditas tersebut sebagai prioritas nasional.

Menurutnya, sekitar 80 hingga 85 persen kebutuhan bawang putih di Indonesia masih dipenuhi melalui impor sehingga diperlukan komitmen kuat untuk mencapai kemandirian produksi.

Ia menegaskan, “Jadi kita harus sepakat semua nih, harus swasembada. Bapak (Menteri Pertanian) harus bikin targetnya kapan mau swasembada?”

Kementan Targetkan Swasembada dalam Tiga hingga Lima Tahun

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah menargetkan swasembada bawang putih dapat dicapai paling cepat dalam tiga tahun dan paling lambat lima tahun.

Ia mengungkapkan, “Tiga tahun paling cepat, paling lambat lima tahun. Karena yang masa dorman masalahnya bu. Maaf, seandainya seperti padi, aku sanggup dua tahun (untuk swasembada bawang putih), tetapi dormannya bibit itu, tidurnya itu enam bulan bu, delapan bulan.”

Amran menjelaskan tantangan utama terletak pada masa dormansi benih bawang putih yang berkisar enam hingga delapan bulan sehingga peningkatan produksi membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan komoditas lain.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah daerah sebagai sentra pengembangan benih, termasuk Sembalun di Nusa Tenggara Barat, Temanggung di Jawa Tengah, dan Humbang Hasundutan di Sumatera Utara, serta menargetkan perluasan areal tanam hingga 18.000 hektare pada tahun depan.

Penulis :
Aditya Yohan