
Pantau - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah tengah membangun 100 gudang baru Perum Bulog dengan kemampuan menyimpan beras minimal dua tahun sebagai upaya memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional.
Gudang Modern Didukung Anggaran Rp5 Triliun
Amran menyampaikan pembangunan 100 gudang tersebut telah memperoleh persetujuan pemerintah dengan nilai anggaran sekitar Rp5 triliun.
Ia mengatakan, “Memang ada bangun gudang (baru untuk Parum Bulog). Ini ada bangun gudang 100 titik, nilainya Rp5 triliun, sudah disetujui.”
Menurut Amran, fasilitas penyimpanan modern itu dirancang untuk menjaga kualitas beras dalam jangka waktu lebih lama dibandingkan sistem konvensional.
Ia mengungkapkan, “Sedang dibangun dan ini gudangnya (usia simpan stok cadangan pangan pemerintah) bisa bertahan dua tahun minimal, bisa tiga tahun berasnya.”
Amran menambahkan teknologi yang diterapkan pada gudang baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan keamanan stok pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
Infrastruktur Pascapanen Diperkuat di Berbagai Daerah
Program pembangunan itu akan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun, yang mencakup pembangunan gudang penyimpanan, silo gabah dan jagung, dryer, Rice Milling Unit (RMU), serta fasilitas pengolahan dan pengemasan beras.
Direktur Utama Perum Bulog Agmad Rizal Ramdhani mengatakan, “Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional.”
Bulog memastikan seluruh tahapan pembangunan dipersiapkan secara matang agar tepat lokasi, tepat fungsi, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Pembangunan infrastruktur akan diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Pulau Jawa, dan Sulawesi Selatan, sementara wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore akan difokuskan pada pembangunan gudang penyimpanan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan saat kondisi cuaca ekstrem.
- Penulis :
- Aditya Yohan





