HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Gencarkan SPHP Jagung Pakan untuk Lindungi Peternak dan Jaga Keberlanjutan Usaha

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Gencarkan SPHP Jagung Pakan untuk Lindungi Peternak dan Jaga Keberlanjutan Usaha
Foto: (Sumber : Arsip foto - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (kiri). ANTARA/Harianto..)

Pantau - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus menggencarkan penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan melalui Perum Bulog guna melindungi peternak serta menjaga keberlanjutan usaha peternakan nasional.

SPHP Jagung Pakan Dipercepat untuk Tekan Biaya Produksi

Amran menyampaikan pemerintah telah menyalurkan jagung pakan dari stok Bulog sebagai bentuk dukungan kepada peternak, terutama peternak ayam petelur yang dinilai berhasil memenuhi kebutuhan nasional hingga mencatat surplus dan ekspor.

Ia mengungkapkan, “Kami juga sudah memberikan SPHP (jagung). Itu (stok) jagung dari Bulog. Pokoknya jiwa ragaku untuk peternak petelur Indonesia.”

Ia juga mengatakan, “Aku apresiasi. Aku bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa. (Mencatat) surplus bahkan ekspor ke negara lain.”

Program SPHP jagung pakan yang dimulai sejak 9 Mei 2026 telah merealisasikan penyaluran sekitar 34,1 ribu ton hingga 8 Juni atau sekitar 16,01 persen dari target 213,2 ribu ton, dengan total alokasi tahun ini mencapai 242 ribu ton dan dukungan anggaran sebesar Rp678 miliar.

Peternak Apresiasi Dukungan Pemerintah

Pemerintah menargetkan lebih dari 5.000 peternak skala mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi sebagai penerima manfaat program tersebut, dengan harga jagung pakan ditetapkan Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.

Ketua Umum Pinsar Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso menyampaikan apresiasi terhadap berbagai langkah pemerintah, termasuk peningkatan penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis.

Ia mengatakan, “Kami terima kasih juga atas inisiatif dari Bapak Menteri (untuk) BGN juga akan menyerap telur dari peternak seminggu menjadi tiga kali, yang kemarin baru satu kali.”

Ia menambahkan, “Ini sangat membantu kepada kami untuk kelangsungan hidup peternak.”

Meski demikian, Yudianto mengakui harga telur di tingkat peternak masih belum ideal dan berharap kondisi pasar dapat membaik di tengah tantangan kenaikan biaya pakan akibat situasi geopolitik dan fluktuasi nilai tukar.

Penulis :
Ahmad Yusuf