HOME  ⁄  Ekonomi

Menuju Kemandirian Energi, Target Produksi Migas 2030 Dinilai Perlu Didukung Teknologi dan Kolaborasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menuju Kemandirian Energi, Target Produksi Migas 2030 Dinilai Perlu Didukung Teknologi dan Kolaborasi
Foto: (Sumber : Arsip foto- Pekerja tambang beraktivitas di area pengeboran minyak dan gas (migas) Selong I di Blok Lemang, Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Jumat (28/12). Berdasarkan studi volumetrik dari konsultan internasional minyak bumi DeGolyer & MacNaughton (D&M), Blok Lemang yang dikelola PT. Sugih Raya Energy tbk memiliki cadangan sebesar 511 juta barel minyak dan 467 miliar kaki kubik gas. FOTO ANTARA/Ismar Patrizki/ss/ama.)

Pantau - Kemandirian energi dinilai menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional, dengan target produksi minyak sebesar satu juta barel per hari dan gas 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030 disebut membutuhkan dukungan teknologi, investasi, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Teknologi EOR Dinilai Berpeluang Dongkrak Produksi Migas

Dalam telaah mengenai sektor energi, disebutkan bahwa banyak lapangan minyak dan gas di Indonesia telah mengalami penurunan produksi alamiah sehingga diperlukan pendekatan baru untuk mengoptimalkan cadangan yang masih tersedia.

Salah satu teknologi yang mendapat perhatian adalah Enhanced Oil Recovery (EOR), yang memungkinkan minyak tersisa di dalam reservoir diproduksi secara lebih optimal melalui berbagai metode peningkatan perolehan minyak.

Selain EOR, kemajuan teknologi eksplorasi dan pemetaan bawah permukaan juga dinilai membuka peluang penemuan sumber daya baru yang sebelumnya sulit dijangkau.

Komisaris Utama PT Pertamina Hulu Energi Denny Januar Ali atau Denny JA menyatakan, “Target produksi satu juta barel per hari bukanlah mimpi kosong apabila didukung oleh penerapan teknologi EOR, kegiatan eksplorasi yang aktif, percepatan perizinan, serta hubungan yang semakin sinergis antara berbagai pemangku kepentingan di sektor energi.”

Kolaborasi dan Manfaat Sosial Jadi Bagian Penting Ketahanan Energi

Telaah tersebut juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem energi yang melibatkan pemerintah, badan usaha milik negara, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat untuk menghadapi tantangan investasi, teknologi, dan manajemen risiko di industri energi modern.

Denny JA menekankan bahwa keterlibatan sektor swasta diperlukan untuk menghadirkan inovasi dan efisiensi, namun tetap harus berada dalam koridor transparansi, pengawasan yang baik, dan mengutamakan kepentingan nasional.

Selain mengejar peningkatan produksi, sektor energi juga dinilai perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah penghasil melalui penguatan pendidikan, layanan kesehatan, pengembangan kebudayaan, dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Penulis :
Aditya Yohan