Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Kecam Rancangan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang Didukung Negara Teluk

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Kecam Rancangan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang Didukung Negara Teluk
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat tentang Venezuela di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (5/1/2026). ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Loey Felipe/aa..)

Pantau - Utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Amir Saeid Iravani mengecam rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang didukung sejumlah negara Teluk karena dinilai membela Amerika Serikat dan Israel serta bersifat bias secara politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Iravani pada Selasa dalam konferensi pers di markas besar PBB di New York menjelang pemungutan suara terhadap rancangan resolusi tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu.

Berdasarkan naskah rancangan yang beredar sebelum pemungutan suara, Dewan Kerja Sama Teluk mengutuk serangan rudal dan drone Iran terhadap sejumlah negara di kawasan.

Negara yang disebut dalam rancangan tersebut antara lain Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania.

Rancangan resolusi itu juga menuntut penghentian segera seluruh serangan yang dilakukan Iran.

Iravani menilai rancangan tersebut mencoba membalikkan posisi korban dan pihak yang melakukan agresi.

"Beberapa anggota Dewan berusaha untuk membalikkan peran dan posisi korban dan agresor," kata Iravani.

Ia juga menyatakan bahwa rancangan resolusi tersebut justru memberi penghargaan kepada pihak yang melakukan agresi dan menghukum pihak yang menjadi korban.

Menurutnya, langkah tersebut dapat merusak kredibilitas Dewan Keamanan PBB.

"Tindakan seperti itu, jika diadopsi, akan sangat merusak dan melemahkan kredibilitas dan legitimasi Dewan," ujarnya.

Iravani juga memperingatkan bahwa dampak resolusi tersebut dapat berlangsung dalam jangka panjang bagi lembaga internasional tersebut.

"Jika rancangan diadopsi, itu akan mencoreng kredibilitas dan reputasi Dewan Keamanan," katanya.

Ia menambahkan bahwa jika resolusi tersebut disahkan maka Israel dan Amerika Serikat akan merasa didorong untuk melakukan tindakan agresi lebih lanjut.

"Jika terjadi, agresor yaitu Israel dan Amerika Serikat akan diberi penghargaan dan didorong untuk melakukan tindakan agresi lebih lanjut," kata Iravani.

Menurut Iravani, dampak dari keputusan tersebut tidak hanya akan dirasakan oleh Iran tetapi juga negara lain di masa depan.

"Hari ini, itu adalah Iran. Besok, bisa jadi negara berdaulat lainnya," ujarnya.

Ia juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan.

"Masyarakat internasional harus bertindak sekarang untuk menghentikan perang berdarah ini terhadap rakyat Iran," katanya.

Iravani menyoroti dampak serangan yang menurutnya dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

Ia menyatakan bahwa serangan tersebut secara sengaja menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil di berbagai wilayah Iran.

"Mereka sengaja dan secara diskriminatif menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil di seluruh negara saya," ujar Iravani.

Menurutnya, lebih dari 1.300 warga sipil telah menjadi korban akibat serangan tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa 9.669 lokasi sipil dilaporkan mengalami kerusakan.

Lokasi yang rusak tersebut meliputi 7.943 rumah tinggal serta 1.617 pusat komersial dan layanan.

Ia menambahkan bahwa jumlah korban dan kerusakan terus meningkat setiap hari.

"Angka-angka ini terus meningkat setiap hari seiring dengan serangan militer berkelanjutan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap kejahatan perang di berbagai kota di Iran," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti