Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bapanas Gelar Gerakan Pangan Murah di Kebumen untuk Jaga Stabilitas Harga Selama Ramadhan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bapanas Gelar Gerakan Pangan Murah di Kebumen untuk Jaga Stabilitas Harga Selama Ramadhan
Foto: (Sumber: Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono berbicara dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kebumen, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Bapanas.)

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat stabilitas pangan di Kabupaten Kebumen melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan masyarakat dapat memperoleh berbagai bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau melalui kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, "Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ungkapnya.

Menurutnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri kebutuhan bahan pangan masyarakat biasanya meningkat.

Peningkatan kebutuhan tersebut umumnya diikuti oleh kenaikan harga bahan pangan.

Untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga harga tetap terkendali, pemerintah melalui Bapanas berkolaborasi dengan berbagai pihak menggelar GPM di berbagai daerah.

Kegiatan GPM di Kebumen dilaksanakan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kebumen.

Program tersebut juga melibatkan Alumni SMAN 1 Kebumen Angkatan 1996.

Maino menegaskan pengendalian pasokan dan harga pangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Ia mengatakan, "Tadi Pak Gubernur Jawa Tengah juga menyampaikan Jawa Tengah tidak bisa sendiri, perlu dukungan dari seluruh kabupaten/kota, apalagi di tingkat nasional, perlu dukungan semua stakeholder terkait," ujarnya.

Kolaborasi Lintas Sektor Jaga Stabilitas Pangan

Menurut Maino, sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk menjaga pasokan dan harga pangan tetap stabil.

Hal tersebut terutama penting pada momentum hari besar keagamaan nasional seperti Ramadhan dan Idul Fitri yang biasanya memicu peningkatan permintaan pangan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan pangan.

Pihak yang terlibat meliputi pelaku usaha pangan, BUMN, BUMD, petani, hingga peternak.

Bapanas terus menggencarkan program GPM di berbagai daerah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan.

Hingga 5 Maret 2026 kegiatan GPM telah dilaksanakan sebanyak 2.644 kali di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 20 kegiatan dilaksanakan oleh pemerintah pusat.

Sebanyak 263 kegiatan dilakukan di 33 provinsi.

Sebanyak 2.148 kegiatan dilaksanakan di 312 kabupaten dan kota.

Sementara 213 kegiatan lainnya diselenggarakan oleh masyarakat dan pihak swasta.

Ribuan Kupon Diskon Dibagikan kepada Masyarakat

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memantau pelaksanaan GPM secara virtual di 35 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Ia mengapresiasi program tersebut sebagai langkah menjaga keterjangkauan harga serta menekan inflasi.

Ahmad Luthfi mengatakan, "Ini menjadi model bagi kita semua agar keterjangkauan harga ini bisa dijangkau oleh masyarakat kita," katanya.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat.

Hal tersebut dilakukan dengan memastikan ketersediaan pangan yang cukup serta harga yang terjangkau.

Ia juga memastikan stok kebutuhan pokok selama Ramadhan hingga Idul Fitri dalam kondisi aman.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Dalam kegiatan tersebut masyarakat juga mendapatkan tambahan manfaat berupa kupon potongan harga.

Lebih dari 3.000 kupon potongan harga dibagikan dengan nilai antara Rp5.000 hingga Rp10.000.

Kupon tersebut dapat digunakan masyarakat saat berbelanja dalam kegiatan GPM.

Berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar.

Beras SPHP dijual seharga Rp60.000 untuk kemasan lima kilogram.

Minyak goreng dijual dengan harga Rp15.500 per liter.

Telur ayam dijual mulai Rp24.000 per kilogram.

Daging ayam dijual Rp17.500 per setengah kilogram.

Gula pasir dijual mulai Rp16.000 per kilogram.

Cabai dijual mulai Rp5.000 per paket.

Penulis :
Gerry Eka