HOME  ⁄  Geopolitik

AS Batasi Pertukaran Intelijen dengan Korea Selatan Usai Kebocoran Lokasi Nuklir Korea Utara

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

AS Batasi Pertukaran Intelijen dengan Korea Selatan Usai Kebocoran Lokasi Nuklir Korea Utara
Foto: Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dan bendera Korea Selatan (sumber: Anadolu)

Pantau - Amerika Serikat membatasi sebagian pertukaran informasi intelijen terkait Korea Utara dengan Korea Selatan setelah adanya pengungkapan lokasi situs nuklir sensitif oleh pejabat Seoul.

Pembatasan ini dilaporkan Kantor Berita Yonhap dengan mengutip sumber militer yang menyebut kebijakan tersebut mulai berlaku sejak awal bulan ini.

Seorang pejabat militer senior mengatakan, "Benar bahwa Amerika telah membatasi pertukaran sebagian informasi tentang intelijen Korea Utara yang dikumpulkan melalui satelit sejak awal bulan ini."

Pemicu Kebocoran Informasi Sensitif

Langkah pembatasan ini dipicu pernyataan Menteri Unifikasi Korea Selatan Chung Dong-young di parlemen pada 6 Maret yang mengungkap keberadaan fasilitas pengayaan uranium di Kusong.

Dalam pernyataannya, ia menyebut lokasi tersebut sebagai situs nuklir ketiga selain Yongbyon dan Kangson yang sebelumnya telah diketahui publik.

Amerika Serikat menilai pengungkapan tersebut sebagai tindakan tidak sah karena membeberkan informasi intelijen sensitif secara rinci.

Chung Dong-young menyatakan bahwa informasi yang ia ungkap berasal dari sumber terbuka dan ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui komunikasi yang lancar antara Seoul dan Washington.

Dampak Terhadap Kerja Sama Intelijen

Meski terjadi pembatasan, pertukaran data penting seperti peluncuran rudal dan aktivitas militer Korea Utara tetap berlangsung tanpa gangguan.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan menegaskan bahwa kesiapan tempur tidak terdampak signifikan dan kerja sama intelijen dengan Amerika Serikat tetap kuat.

Seorang pejabat menegaskan bahwa sistem pengawasan kedua negara masih berjalan normal dan pemantauan terhadap aktivitas Korea Utara tetap dilakukan secara intensif.

Pemerintah Washington juga mendesak Seoul untuk mencegah kebocoran informasi serupa di masa depan guna menjaga kepercayaan dalam kerja sama intelijen.

Informasi tambahan menyebutkan bahwa Amerika Serikat mengumpulkan data intelijen Korea Utara melalui berbagai metode seperti satelit dan intelijen elektronik sebelum dibagikan kepada sekutu.

Penulis :
Leon Weldrick