HOME  ⁄  Ekonomi

Harga TBS Sawit di Riau Turun di Bawah Rp4.000 per Kg, Dipicu Anjloknya Harga CPO

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Harga TBS Sawit di Riau Turun di Bawah Rp4.000 per Kg, Dipicu Anjloknya Harga CPO
Foto: (Sumber : Pekerja mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saat panen di kawasan Desa Suak Raya, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh. ANTARA/Syifa Yulinnas/YU.)

Pantau - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani di Provinsi Riau turun sebesar Rp131,78 per kilogram atau 3,22 persen menjadi Rp3.956,31 per kg untuk periode 22–28 April 2026.

"Penurunan harga TBS pekan ini dipengaruhi oleh turunnya harga jual minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan kernel, sehingga berdampak pada peningkatan harga TBS yang diterima petani," kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja.

Penurunan harga tertinggi terjadi pada kelompok umur tanaman sembilan tahun yang menjadi acuan utama dalam penetapan harga TBS di daerah tersebut.

Penurunan Dipicu Harga CPO

Defris menjelaskan harga CPO mengalami penurunan cukup dalam sebesar Rp595,65 per kilogram menjadi Rp15.437 per kg dibandingkan pekan sebelumnya.

Sementara itu, harga kernel justru mengalami kenaikan sebesar Rp141,00 per kilogram menjadi Rp16.152,00 per kg pada periode yang sama.

Namun, penurunan harga CPO tetap menjadi faktor dominan yang menekan harga TBS di tingkat petani.

Harga Petani Plasma Juga Turun

Harga TBS untuk petani plasma turut mengalami penurunan sebesar Rp168,45 per kilogram atau 4,09 persen menjadi Rp3.948,38 per kg.

Selain itu, harga penjualan CPO untuk skema plasma juga turun Rp693,74 menjadi Rp15.437,00 per kg, sedangkan harga kernel turun tipis Rp20,31 menjadi Rp16.152,00 per kg.

Defris menegaskan pemerintah daerah terus melakukan perbaikan tata kelola penetapan harga agar sesuai regulasi dan berkeadilan bagi seluruh pihak.

"Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf