Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BSSN Dorong Kolaborasi Quad Helix untuk Perkuat Ekosistem Keamanan Siber Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BSSN Dorong Kolaborasi Quad Helix untuk Perkuat Ekosistem Keamanan Siber Nasional
Foto: (Sumber : Silaturahmi Ramadhan BSSN dengan pimpinan redaksi media nasional di Jakarta, bahas ekosistem keamanan siber nasional, Senin (9/3/2026). ANTARA/HO-BSSN)

Pantau - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan komitmennya membangun ekosistem keamanan siber nasional yang tangguh melalui pendekatan kolaboratif berbasis konsep quad helix yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN, Berty B. W. Sumakud, dalam keterangannya di Jakarta.

Ia mengatakan, "Keamanan siber adalah fondasi kepercayaan ekosistem digital nasional. Tanpa ketahanan siber yang kuat, transformasi digital tidak akan berjalan optimal".

Komitmen tersebut dibahas dalam sesi dialog keamanan siber CyberTalk pada kegiatan silaturahmi Ramadhan BSSN bersama pimpinan redaksi dan jajaran redaksi media massa nasional di Jakarta.

Menurut Berty, kerja sama dengan media nasional merupakan bagian dari implementasi penguatan konsep quad helix sekaligus upaya memperluas diseminasi informasi keamanan siber kepada masyarakat.

Media Dinilai Berperan Strategis dalam Literasi Keamanan Siber

Dalam konsep quad helix, media massa dinilai memiliki posisi strategis sebagai penghubung informasi, pembentuk persepsi publik, serta pendorong peningkatan literasi digital masyarakat.

Berty menegaskan bahwa media bukan hanya saluran komunikasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun ketahanan siber nasional.

Ia menyatakan, "Media memiliki peran vital dalam meningkatkan literasi digital, membentuk perspektif publik yang objektif, serta menyebarluaskan informasi yang akurat dan edukatif mengenai dinamika ancaman siber yang terus berkembang".

Ancaman siber saat ini dinilai semakin kompleks, mulai dari serangan terhadap infrastruktur informasi vital, penyebaran malware, hingga disinformasi di ruang digital.

Ia mengatakan, "BSSN berharap sinergi dengan media dapat menjadi benteng pertama dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat menghadapi berbagai ancaman tersebut".

BSSN Perkenalkan Forum Cyber Resilience and Defense 2026

Sebagai tindak lanjut penguatan ekosistem keamanan siber nasional, BSSN juga memperkenalkan agenda strategis bertajuk Cyber Resilience and Defense 2026.

Berty menjelaskan, "Ini sebuah forum nasional yang dirancang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari lima unsur utama dalam satu platform kolaboratif".

Forum tersebut bertujuan mendorong dialog strategis, berbagi praktik terbaik, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.

Melalui forum tersebut diharapkan para pembuat kebijakan, pelaku industri, dan komunitas keamanan siber dapat memperkuat sinergi dalam membangun ketahanan siber nasional yang adaptif dan berkelanjutan.

Dalam dialog tersebut turut hadir dua narasumber yaitu pakar keamanan siber I Made Wiryana dan pakar komunikasi Ermiel Thabrani.

Made Wiryana menjelaskan bahwa konsep people, process, dan technology merupakan unsur penting dalam pembangunan keamanan siber nasional.

Ia menyampaikan, "Literasi digital serta edukasi keamanan siber menjadi kunci penting pembangunan keamanan siber nasional".

Sementara itu, Ermiel Thabrani menyoroti pentingnya peran media dalam komunikasi krisis ketika terjadi insiden siber.

Ia mengatakan, "Dalam situasi krisis atau insiden siber nasional, cara institusi merespon dan membangun narasi publik akan menentukan persepsi masyarakat serta kredibilitas BSSN sebagai otoritas siber di tingkat nasional maupun internasional".

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti