
Pantau - Tim trauma healing yang dibentuk Polres Boven Digoel masih mendampingi 235 warga pengungsi dari Distrik Manggelum yang mengungsi ke Tanah Merah setelah aksi kekerasan dan pembakaran yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada 4 Juni 2026.
Warga meninggalkan kampung mereka karena ketakutan setelah fasilitas pendidikan dan lima rumah warga dibakar dalam insiden tersebut.
Para pengungsi melarikan diri menggunakan perahu motor dengan menyusuri Sungai Digoel menuju wilayah yang dianggap lebih aman.
Saat ini seluruh pengungsi berada di Mapolres Boven Digoel untuk mendapatkan pendampingan dan bantuan kemanusiaan.
Fokus Pemulihan Trauma Perempuan dan Anak
Kapolres Boven Digoel Wisnu Perdana Putra mengatakan tim trauma healing terdiri atas personel Polri yang bertugas membantu pemulihan psikologis para pengungsi.
"Tim trauma healing terdiri dari personel Polri yang bertugas membantu pemulihan psikologis para pengungsi," ungkapnya.
Pendampingan difokuskan kepada perempuan dan anak-anak yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut.
Tujuan kegiatan itu adalah membantu mengurangi rasa takut dan trauma yang dialami warga selama mengungsi.
Personel polisi wanita (Polwan) dari Polres Boven Digoel menggelar berbagai kegiatan seperti mengajak anak-anak bermain, bernyanyi bersama, bercerita, serta memberikan pendampingan psikososial.
Pemeriksaan Kesehatan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Selain menyediakan layanan trauma healing, Polres Boven Digoel juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengungsi.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan warga yang terdampak tetap terpantau selama berada di lokasi pengungsian.
Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, aksi pembakaran oleh KKB terjadi pada 4 Juni 2026.
Setelah insiden tersebut, para guru yang bertugas di Distrik Manggelum langsung mengungsi demi keselamatan.
Tenaga kesehatan juga meninggalkan lokasi menyusul situasi keamanan yang memburuk.
Masyarakat kemudian ikut mengungsi menyusul para guru dan tenaga kesehatan yang lebih dahulu meninggalkan wilayah tersebut.
Polres Boven Digoel terus melakukan pendampingan kepada para pengungsi sambil memantau perkembangan situasi keamanan di Distrik Manggelum.
Prioritas penanganan saat ini meliputi keamanan pengungsi, pemulihan trauma psikologis, pelayanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak.
- Penulis :
- Leon Weldrick





