Pantau Flash
Sri Mulyani: RI Fokus Konsumsi Domestik Meski Perlambatan Ekonomi Global
Vicky Nitinegoro Ditangkap, Polisi Periksa Liquid Vape Terkait Narkoba
Kapolri Sebut Pelarangan Demonstrasi Agar Negara Tak Kecolongan
4 Hari Lagi, Yahoo Tutup Layanan Group dan Seluruh Konten
Akses Keluar Tol Slipi Arah Gatot Subroto Ditutup karena Isu Demo

Karhutla Terus Terjadi, BNPB: Kita Adalah Pembunuh Potensial

Karhutla Terus Terjadi, BNPB: Kita Adalah Pembunuh Potensial Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend Doni Monardo (Foto: Antara Aceh/Khalis)

Pantau.com - Sejumlah wilayah di Indonesia kembali dihadang persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan asap karhutla tersebut menyebar hingga ke Malaysia dan Singapura. 

Diakui oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo bahwa membuatkan asap karhutla terus mencemari udara berarti juga membiarkan kerusakan generasi yang akan datang.

Meski begitu, Doni mengatakan perlu upaya lintas pihak untuk menanggulangi masalah tersebut. Doni menekankan agar seluruh unsur, baik masyarakat hingga pemerintah agar bersinergi melakukan penanggulangan melalui upaya pencegahan.

Baca juga: Malaysia Kirim Nota Protes Soal Karthutla kepada Indonesia?

Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu juga mengingatkan, jika tidak bisa mengatasi asap karhutla maka manusia menjadi pembunuh potensial.

"Boleh jadi nanti kalau anda sekalian bisa menanggulangi karhutla maka semuanya bisa jadi pahlawan kemanusiaan. Jika tidak bisa, kita adalah pembunuh potensial," kata Doni melalui keterangan tertulisnya, Minggu (15/9/2019).

Menurut Doni, karhutla sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia. Dari beberapa kali kunjungan di Riau, Doni mendapatkan laporan bahwa 80 persen karhutla itu berubah menjadi perkebunan, seperti yang terjadi di Kabupaten Pelalawan.

"Kita ketahui bahwa 80 persen karhutla di Pelalawan berubah menjadi kebun. Saya catat, saya ingat itu, ungkapan Pak Bupati Pelalawan," katanya.

Baca juga: Wiranto Sebut Ada Persaingan Politik di Kebakaran Hutan yang Disengaja

Dalam hal itu, Doni juga meminta agar pemerintah daerah tidak hanya bermain kata-kata saja namun juga harus ada tindakan yang nyata. Mengingat sebelumnya Doni mendengar slogan "Riau Tanpa Asap," tapi hal itu berbanding terbalik dengan kenyataannya.

"Saya tidak ingin hanya slogan-slogan. Dulu saya senang dengan pernyataan 'Riau Tanpa Asap'. Tapi apa, hari ini Riau penuh asap," ucapnya.







Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: