Pantau Flash
Jelang Setahun Gempa Sulteng, 216 Narapidana Belum Kembali
Lampu Tenaga Surya akan Terangi Wilayah Terpencil di Kalimantan Barat
Gelandang Persib: Tolong Hentikan Kekerasan Pada Sepakbola
Tundukkan Wakil China, Della/Rizki Juara Vietnam Open 2019
Persija Jakarta Taklukkan PSIS Semarang dengan Skor 2-1

Konyol, Delta Air Lines Bawa Terbang Kotoran Manusia Selama 2 Jam

Konyol, Delta Air Lines Bawa Terbang Kotoran Manusia Selama 2 Jam Maskapai Delta Air Lines. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Seorang pria bernama Matthew mengungkapkan kekesalannya terhadap maskapai penerbangan Delta Air Lines. Pasalnya ia merasa, staf maskapai teledor tidak membersihkan kotoran saat pesawat akan terbang.

Matthew Meehan mengatakan, diberikan dua pilihan oleh pihak Delta Airlines. Tetap uduk atau penerbangan dari  Atlanta ke Miami ditunda. Merasa tak terima ia pun memposting keteledoran yang dilakukan pihak maskapai. 

Baca juga: ABC News: Masalah 4 Penerbangan Terakhir Lion Air Terletak pada Indikator Kecepatan

Melansir RT, Rabu (7/11/2018), awak pesawat Delta sebenarnya telah mengatakan pada Meehan bahwa telah melaporkan adanya kotoran tersebut kepada kru pembersih. 

"Dia memiliki kewenangan untuk menunda penerbangan dan membersihkan daerah itu, tetapi menolak. Saya menolak untuk duduk. Saya disuruh membersihkan sendiri ke kamar mandi, hanya diberikan dua handuk," kata matthew.

Baca juga: Pantau Video: Wow! Dua Pesawat Bertemu di Udara, Ini yang Terjadi

Kendati telah meninta protokol pesawat untuk naik ke pesawat, boarding tetap tidak dilakukan. Ia mengatakan, pihak pesawat seharusnya kit biohazard, setidaknya lebih baik dari handuk saja.

Awak penerbangan menyalahkan anjing milik seorang warga Jerman, sementara agen penerbangan menyatakan kotoroan itu berasal dari seorang kakek-kakek yang telah mendarat sebelumnya. Namun Matthew enggan mengomentari asal kotoran tersebut.

"Ini tinja; itu membawa penyakit dengan cara apa pun yang kamu lihat. Aku belum siap untuk kembali ke pesawat," katanya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: