Pantau Flash
KPK Panggil Sekjen DPR RI Jadi Saksi Kasus Impor Bawang Putih
LAPAN Bangun Bandar Antariksa di Biak Tahun 2020 Mendatang
25 Kelurahan di DKI Jakarta Masuk Kategori Rawan Banjir
Aceh Juga Diguncang Gempa Magnitudo 5,1
Gempa M 5,9 Kembali Guncang Maluku Utara

Menhan Tegaskan Tak Akan Tarik TNI-Polri dari Papua, Ini Alasannya

Menhan Tegaskan Tak Akan Tarik TNI-Polri dari Papua, Ini Alasannya Menhan Ryamizard Ryacudu (Foto: Antara/Luqman Hakim)

Pantau.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan, pasukan TNI dan Polri tidak akan ditarik dari Papua. Pasalnya menurut Menhan, situasi belum sepenuhnya kondusif mengingat masih terjadi baku tembak di daerah itu.

"Saya sudah katakan dari dulu, TNI/Polri tidak akan ditarik dari Papua. Karena, sekali ditarik, Papua bisa lepas," kata Menhan usai menjadi pembicara di seminar "Strategi Bela Negara bagi Generasi Muda dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0", di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga: Menanti Status DPO Veronica Koman hingga Pukul 00.00 WIB

Menurutnya, hal itu menanggapi terjadinya baku tembak antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan tim gabungan TNI-Polri di Kampung Olen, Distrik Mabugi, Selasa (17/9), yang telah memakan korban jiwa dari warga sipil.

Ia mengatakan, persoalan Papua seharusnya bisa diselesaikan dengan baik-baik karena persoalan di Papua ini hanya karena persoalan kesejahteraan.

"Jadi, kalau kita memang harus duduk bareng, mari kita duduk, dan pikirkan bagaimana menyelesaikan masalah ini. Jangan saling mengaitkan. Itu enggak baik," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, kontak senjata kembali terjadi antara aparat keamanan dan KSB di Kampung Olenki, Distrik Mabugi, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (17/9) sekitar pukul 15.00 WIT.

Bupati Puncak Willem Wandik, Rabu (18/9), menyampaikan ada warga sipil yang menjadi korban dalam insiden baku tembak itu.

Dari laporan yang diterimanya, Wandik menyebutkan sebanyak tiga orang meninggal dan empat orang luka-luka.

Bupati mengatakan korban luka-luka sudah dievakuasi dan dirawat di RSUD Timika, sedangkan yang meninggal akan segera dimakamkan.

Masyarakat, kata dia, memang selalu menjadi tameng bagi anggota KSB karena biasanya kelompok tersebut bersembunyi dan bergabung di tengah masyarakat.

Untuk itu, ia meminta aparat keamanan untuk melakukan pendekatan persuasif agar anggota KSB mau menyerahkan diri dan tidak lagi melakukan penyerangan terhadap warga sipil maupun aparat keamanan.

"Mari kita sama-sama menjaga agar tidak menjadi konflik yang nantinya menjadi konsumsi politik terhadap insiden yang terjadi di Puncak," kata Wandik.

Baca Juga: Bagaimana Kasus Papua dan Veronica Koman Sampai di Dewan HAM PBB?

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto secara terpisah membenarkan terjadinya insiden tersebut, dan menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban masyarakat sipil.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, akan berkoordinasi dengan Kapolda Papua untuk membentuk tim guna melakukan investigasi terhadap insiden tersebut.

Pangdam juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya operasi pengejaran terhadap Kelompok Separatis Bersenjata OPM untuk menghindari jatuhnya korban di pihak masyarakat.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: