Pantau Flash
BNPB: Kualitas Udara di Sumsel, Jambi, dan Riau Sangat Tidak Sehat
F1 Bakal Digelar di Miami pada Musim 2021
OJK: Kehadiran Palapa Ring Bisa Percepat Industri Fintech di Indonesia
Kementan Dorong Kawasan Perbatasan Jadi Lumbung Beras dan Ekspor
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Warga Panik Luar Biasa

Nasi Panas Pakai Ikan Asin, Nikmat Tapi Mematikan Bisa Sebabkan Kanker

Headline
Nasi Panas Pakai Ikan Asin, Nikmat Tapi Mematikan Bisa Sebabkan Kanker Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Konsumsi ikan asin berlebihan tidak baik untuk kesehatan karena dapat memicu kanker, kata ahli onkologi medik Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, MD, PhD, FINASIM, FACP.

"Ikan asin jeleknya garam tinggi lalu prosesnya atau penjemuran membuat perubahan dalam sel ikan sehingga memunculkan nitrosamin," ujar Prof. Aru, yang juga menjabat Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) di Bogor, belum lama ini.

Baca juga: Penting Untuk Penderita Kanker Berolahraga Secara Rutin, Tapi ...

Nitrosamine bersifat karsinogenik. Saat seseorang mengonsumsi ikan asin yang mengandung nitrosamin, bersama nasi hangat, maka ia berisiko terkena kanker nasofaring.

"Kalau makan ikan asin bersama nasi panas, nitrosamin terbawa uap ke nasofaring (bagian tenggorokan atas yang terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut)," katanya.

Risiko terkena kanker semakin tinggi jika daya tahan tubuh seseorang lemah, ditambah menerapkan diet tak sehat seperti kurang serat dan zat gizi lainnya.

"Kita enggak tahu kadar nitrosamin-nya. Tetapi sekali-sekali saja makannya. Makan ikan asin sama nasi panas, uap terbawa (ke nasofaring)," ujar Prof. Aru.

Seperti dilansir WebMD, kanker nasofaring berhubungan kuat dengan virus Epstein-Barr (EBV), yakni virus dari famili herpes.

Selain konsumsi makanan mengandung garam berlebihan, riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker nasofaring serta pernah terinfeksi EBV juga menjadi faktor risiko.

Baca juga: Bau Sih, Tapi Rutin Mengonsumsi Bawang Terbukti Kurangi Risiko Kanker

Beberapa gejala yang dihadapi penderita kanker nasofaring, antara lain pandangan buram, kesulitan bicara, infeksi telinga yang kerap muncul kembali, mati rasa di bagian wajah, dan sakit kepala.

Gejala lainnya, kemampuan mendengar berkurang, muncul benjolan di bagian leher atau hidung, mimisan, hidung tersumbat dan sakit di bagian tenggorokan.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: