Forgot Password Register

Headlines

Nilai Tukar Dolar AS 'Terjun Bebas', Poundsterling Menguat

Nilai Tukar Dolar AS 'Terjun Bebas', Poundsterling Menguat Ilustrasi dolar. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Nilai tukar (kurs) dolar AS jatuh pada akhir perdagangan pada Jumat atau Sabtu (20/4/2019) pagi waktu Indonesia di tengah poundsterling Inggris yang lebih kuat, karena terangkat oleh data penjualan ritel Inggris pada kuartal pertama, yang menandakan pertumbuhan ekonomi yang kuat dari negara itu.

Pada Januari-Maret 2019, jumlah pembelian dalam penjualan ritel di Inggris meningkat 1,6 persen bila dibandingkan dengan kuartal IV 2018, mengikuti pertumbuhan berkelanjutan selama tiga bulan pertama tahun ini, kata Kantor Statistik Nasional pada hari Kamis, 18 April 2019.

Secara terpisah, pertumbuhan tahun-ke-tahun dalam jumlah pembelian meningkat sebesar 6,7 persen pada Maret, tertinggi sejak Oktober 2016, dengan berbagai toko yang mencatat bahwa cuaca yang lebih ringan tahun ini mendorong peningkatan penjualan, menurut produsen statistik resmi independen Inggris.

Baca juga: Mahalnya Semua Barang di Venezuela Bikin Dolar AS Mental!

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,09 persen menjadi 97,3650 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1245 dolar dari 1,1230 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2994 dolar dari 1,2988 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7148 dolar dari 0,7146 dolar.

Baca juga: Dolar Melemah, Terburuk Selama 2019

Dolar AS dikutip 111,93 yen Jepang, lebih rendah dari 111,94 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0143 franc Swiss dari 1,0153 franc Swiss, dan tidak berubah mendekati 1,3386 dolar Kanada dari 1,3386 dolar Kanada.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More