Pantau Flash
Dovizioso Akui Berat Rebut Gelar Juara Tim MotoGP 2019
DPD RI Sebut Pilkada Bisa Kembali Dipilih oleh DPRD
127.462 Hektar Lahan di Kalimantan Hangus Terbakar Akibat Karhutla
BPJT Akan Pasang Alat Pengukur Berat Angkutan Barang di 8 Ruas Jalan Tol
Pertamina Terus Genjot Produksi Panas Bumi 1.877 MW

Persib Kemungkinan Pindah Kandang Akibat Situasi Politik

Headline
Persib Kemungkinan Pindah Kandang Akibat Situasi Politik Persib Bandung. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Persib Bandung kemungkinan akan pindah kandang untuk sementara waktu. Hal itu tidak lepas dari sulitnya mereka mendapatkan izin menggelar laga kandang di Liga 1 2019, menyusul maraknya aksi massa di beberapa wilayah Indonesia.

Imbas dari situasi tersebut, Persib harus menunda menjamu Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, 28 September 2019 lalu. Sebenarnya pada pekan tersebut beberapa laga juga mengalami penundaan dengan alasan yang sama, yakni Persija Jakarta vs Borneo FC, Persebaya Surabaya kontra Borneo FC, serta PSIS Semarang melawan Bali United.

Persib pun berpotensi kembali mengalami penundaan saat menjamu Persebaya 19 Oktober dan Persija 28 Oktober 2019. Dua laga itu mengundang tensi dan animo yang tinggi.

Baca juga: Sempat Dikhawatirkan, Cedera di Mata Kanan Legiun Asing Persib Tak Serius

Apalagi, laga melawan Persebaya digelar satu hari sebelum pelantikan Presiden Republik Indonesia. Kenyataan itu yang membuat Persib harus mencari alternatif kandang lain. "Kami belum tahu, hanya kalau melihat situasi politik saat ini, mungkin akan ada penundaan lagi. Ya, kemarin coach bilang agar sebisa mungkin kami tetap main," ucap Yaya Sunarya, pelatih fisik Persib melansir dari Goal, Selasa (8/10/2019).

"Artinya, pertandingan jangan sampai ditunda. Mungkin bisa saja kami pindah kandang untuk sementara waktu, agar bisa tetap bertanding. Ya, mungkin nanti coach yang bilang ke manajemen," tambah Yaya.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts, menyayangkan jadwal kompetisi berantakan lantaran situasi politik yang terjadi di Indonesia. "Saya tidak tahu tentang situasi politik di negeri ini tetapi saya fokus dalam sepakbola, dan apapun konsekuensi yang menimpa sepakbola, kami harus menerima itu," ujar Robert.

"Suporter juga harus mengerti, kalau mereka datang ke stadion untuk menikmati pertandingan sepakbola. Bukan untuk buat keributan dengan tim lain. Ini adalah proses pendidikan yang harus dilalui, kami ingin terus main bola, bebas, tidak terikat situasi politik di sebuah negara," pungkas pelatih asal Belanda tersebut.

Tim Pantau
Sumber Berita
Goal.com
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Olahraga

Berita Terkait: