Pantau Flash
Kalahkan Chelsea di Stamford Bridge, Liverpool Kokoh di Puncak Klasmen
Hasil Balap F1 GP Singapura: Vettel Juara, Hamilton Tak Dapat Podium
Marc Marquez Juara GP Aragon, Gelar Keenam Semakin Dekat
Kalahkan Hendra/Ahsan, Kevin/Marcus Juara China Open 2019
Kalah dari Momota, Ginting Gagal Pertahankan Gelar China Open

Puluhan Paus Mati Terdampar, Ilmuan: Perairan Kutub Utara Menghangat

Puluhan Paus Mati Terdampar, Ilmuan: Perairan Kutub Utara Menghangat Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Puluhan paus abu-abu ditemukan mati di sepanjang West Coast, AS, dalam beberapa pekan belakangan. Sebagian ilmuwan percaya penyebabnya kematian paus yakni perairan Kutub Utara yang menghangat.

Sebanyak 58 paus abu-abu ditemukan terdampar dan mati sepanjang tahun ini di beberapa tempat, mulai dari California sampai Alaska, kata National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Temuan paling akhir yang diumumkan pada, Rabu, 15 Mei 2019, oleh NOAA ialah satu paus abu-abu mati di Turnagain Arm, saluran air kecil yang berhubungan dengan gletse di lepas pantai Anchorage. Wilayah itu bukanlah tempat paus abu-abu menjelajah.

"Mereka bergerak ke utara dari musim dingin di Mexico dan tampaknya kehabisan udara," kata Michael Milstein, Juru Bicara Fisheries Service di NOAA, pada Kamis, sebagaimana dikutip Reuters, Jumat, 17 Mei 2019.

Baca juga: Pulau Milik Australia Ini Jadi Saksi Bisu Kekejaman Sampah Aluminium

Ikan paus mati yang diperiksa sejauh ini telah kekurangan gizi. Hipotesis saat ini ialah hewan tersebut gagal memperoleh makanan yang cukup saat musim panas mereka di Laut Bering dan Chukchi di lepas pantai Alaska, kata Milstein.

Di sana mereka melakukan sebagian besar kegiatan makan tahunan dan tempat mereka mengumpulkan lemak yang cukup untuk sampai musim panas tahun depan, katanya.

"Orang mengira bahwa sesuatu yang jelas terjadi di sana yang membuat ikan paus tidak memperoleh cukup banyak makanan," kata Milstein.

"Mengingat bahwa mereka menimbun bobot pada musim panas di sana, kematian tersebut mungkin tak terelakkan," tambahnya.

Banyak ikan paus yang mati telah ditemukan di San Francisco Bay dan Puget Sound di lepas pantai Seattle. Hewan itu mungkin singgah di sana untuk mencari makanan, atau mereka bisa jadi kelelahan dan mereka mencari tempat untuk istirahat, kata Mistein.

Pertambahan populasi

Perairan Kutub Utara yang menghangat bukan satu-satunya teori mengenai kematian ikan paus tersebut. Populasi ikan paus abu-abu Eastern North Pacific telah tumbuh menjadi 27.000 hewan.

"Mereka mungkin bersaing untuk memperoleh makanan. Saat bertambah banyak populasi ikan paus, makin banyak pula ikan paus akan mati dari waktu ke waktu," kata Milstein.

Banyak bukti menunjuk kepada masalah makanan di lahan musim panas ikan paus di Acrtic Circle.

Baca juga: Kacau! Sampah Plastik Ditemukan di Dasar Laut Palung Terdalam Dunia

Laut Bering dan Chukchi telah sangat hangat sejak 2016, dengan temperatur permukaan air laut mencapai rekor atau mendekati rekor tinggi dan sangat kurangnya laut es, kondisi yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Es musim dingin pada 2018 di Laut Bering adalah paling rendah dalam catatan yang membentang lebih dari 150 tahun, dan lapisan es pada musim dingin lalu hampir sama rendahnya.

Kekurangan lapisan es laut dan hangatnya temperatur berkaitan dengan beberapa gangguan di Laut Bering dan Chukchi, termasuk kematian burung dan anjing laut, kata banyak ahli biologi dan ilmuwan iklim.

"Itu mempengaruhi jaringan makanan dari ganggang sampai udang kecil," kata Rick Thoman, ilmuwan iklim di Alaska Center for Climate Assessment and Policy.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Nani Suherni
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: