Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Salah Besar Jika Beranggapan Suplemen Mampu Atasi Depresi

Salah Besar Jika Beranggapan Suplemen Mampu Atasi Depresi Ilustrasi suplemen. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Di antara berbagai cara mengatasi depresi dan masalah mental lainnya, pilihan pada suplemen mengemuka. Lantas, apakah benar suplemen bermanfaat untuk mengatasi masalah mental?

Jawabannya ternyata tidak. Untuk sampai pada kesimpulan itu, para peneliti dari University of Exeter di Inggris, Vrije Universiteit Amsterdam di Belanda, University of Balearic Islands di Palma de Mallorca, Spanyol dan the University of Leipzig di Jerman membentuk sebuah tim.

Mereka merekrut 1.025 orang yang masing-masing memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 25, yang berarti bahwa mereka kelebihan berat badan atau obesitas.

Peserta studi tinggal di empat negara yang berbeda - Inggris, Jerman, Belanda, dan Spanyol - dan penilaian spesialis menunjukkan mereka semua berisiko tinggi terkena depresi, meskipun tidak ada dari mereka yang mengalami depresi pada awalnya.

Para peneliti secara acak menugaskan sekitar setengah dari peserta mengambil suplemen gizi, termasuk asam folat, vitamin D, minyak ikan omega-3, seng, dan selenium, setiap hari, sementara separuh lainnya menerima plasebo.

Baca juga: Siapa Bilang Suplemen Ampuh Melawan Salesma? Begini Faktanya

Setengah dari peserta dalam kelompok pengobatan juga menerima intervensi psikologis dan perilaku yang bertujuan untuk membantu mereka meningkatkan kebiasaan diet mereka.

Setelah masa tindak lanjut 1 tahun, para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi suplemen tidak memiliki efek perlindungan terhadap depresi dibandingkan dengan plasebo.

"Diet dan nutrisi menjanjikan sebagai salah satu cara untuk menjangkau banyak orang. Namun, percobaan ini secara meyakinkan menunjukkan bahwa suplemen nutrisi tidak membantu mencegah depresi," kata Prof. Ed Watkins.

Baca juga: Hentikan Kebiasaan Beri Suplemen untuk Anak, Tak Bagus untuk Tumbuh Kembang!

Studi menunjukkan bahwa orang yang kelebihan berat badan atau obesitas juga lebih mungkin mengalami depresi, membuat para peneliti bertanya-tanya apakah membuat perubahan pola makan bisa membantu menangkal depresi.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Rifeni
Category
Ragam

Berita Terkait: