Forgot Password Register

Tiga Bulan Pasca Gempa Palu, 40.000 Warga Masih Bertahan di Tenda Pengungsian

Tiga Bulan Pasca Gempa Palu, 40.000 Warga Masih Bertahan di Tenda Pengungsian Warga melintas di area lokasi terkena gempa di Petabo, Palu Selatan, Sulawesi Tengah. (Foto Antara)

Pantau.com - Sebanyak 40.000 jiwa korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, masih bertahan di tenda-tenda pengungsi yang tersebar di seluruh wilayah ibu kota provinsi itu.

Anggota DPRD Kota Palu, Yopie Kekung di Palu, Senin (11/2/2019), membenarkan jumlah pengungsi yang masih berada di beberapa titik penampungan dengan korban bencana alam gempa, tsunami, dan likuefaksi masih cukup banyak. Karena itu, masih menjadi perhatian dan prioritas penanganan dari pemerintah setempat.

"Masalah pengungsi masih merupakan perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palu," katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi Pastikan Segera Bangun Kembali Rumah Terdampak Tsunami

Ia menjelaskan, selain memperhatikan kebutuhan pangan, pendidikan, dan kesehatan, juga tentu penyelesaian data, baik kerusakan bangunan, korban jiwa maupun hilang.

Semua korban, termasuk yang rumahnya rusak ringan sekalipun dipastikan mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. Begitu pula halnya dengan ahli waris korban yang meninggal dan hilang akibat bencana alam gempabumi,tsunami dan likuefaksi.

Dia juga meminta kepada warga yang belum terdata rumahnya yang rusak untuk proaktif melapor ke kelurahan setempat atau langsung ke pihak PUPR. Demikian juga dengan korban yang meninggal atau hilang. Dia menambahkan, masih ada kesempatan bagi warga yang merasa bangunan rumahnya rusak, tetapi belum terdata di kelurahan dan PUPR.

Baca juga: Belum Selesai, Korban Gempa Palu Masih Butuh Bantuan

Seperti diketahui, pada 28 September 2018, Palu dan sejumlah wilayah di Sulteng diterjang gempa bumi berkekauatan 7,4 SR yang juga menimbulkan tsunami, dan likuefaksi.

Bencana alam yang terjadi di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong merupakan gempa bumi terdasyat selama ini di Provinsi Sulteng dengan menewaskan ribuan jiwa dan memporak-porandakan bangunan rumah, perkantoran, infrastruktur jaringan listrik, irigasi, jalan, jembatan, telekomunikasi, rumah ibadah, dan sempat melumpuhkan perekonomian di wilayah-wilayah terdampak.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More