
Pantau - Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat menerjunkan tim kesehatan dan ambulans untuk membantu penanganan korban kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menghanguskan ratusan rumah dan memaksa warga mengungsi.
PMI Kirim Ambulans dan Siapkan Tenda Pengungsian
Ketua PMI Jakarta Pusat Asep Djuanda mengatakan pihaknya langsung mengirimkan dua unit ambulans ke lokasi setelah menerima laporan kebakaran.
Selain memberikan layanan kesehatan darurat, PMI juga menyiapkan fasilitas penampungan bagi warga terdampak.
Ia mengatakan, "Kami sedang menyiapkan dua unit tenda yang akan segera tiba untuk menampung para pengungsi."
Warga korban kebakaran saat ini ditampung sementara di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran.
PMI juga terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi.
Menurut Asep, PMI bertugas membantu distribusi bantuan pada malam hari, sedangkan kebutuhan warga pada siang hari ditangani oleh Dinas Sosial.
Fokus Tanggap Darurat dan Pemantauan Korban
Terkait penanganan trauma pascabencana, terutama bagi anak-anak, PMI menyatakan masih memprioritaskan fase tanggap darurat sebelum memasuki tahap pemulihan.
Asep mengungkapkan, "Terkait pemulihan trauma, kami memiliki prosedur untuk evakuasi dan recovery. Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan PMI provinsi dan fokus pada penanggulangan dalam tahap tanggap darurat."
Hingga kini, tim PMI masih bersiaga di lokasi untuk memantau kondisi kesehatan warga serta mendukung upaya penanggulangan bencana.
Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk Kampung Pasar Haji Jiung, Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, pada Senin malam sekitar pukul 20.55 WIB.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam dan 165 personel untuk memadamkan api yang diduga berasal dari korsleting listrik.
Berdasarkan data sementara, sekitar 250 rumah dan 330 kepala keluarga terdampak akibat kebakaran tersebut.
Proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan oleh petugas hingga dini hari.
- Penulis :
- Aditya Yohan





