Pantau Flash
Perkembangan Fintech Buat Bank-bank di China Pangkas Karyawan
Pengamat: Jika Tolak Pimpinan Baru, Pegawai KPK Sama Saja Berpolitik
Amerika Serikat Janji Tak Naikkan Tarif Mobil Jepang
Indonesia Hancurkan Filipina 4-0 di Kualifikasi Piala Asia U-16
Utang Luar Negeri Indonesia di Akhir Juli Naik 10,3 Persen

TKN: Jika BPN Tak Punya Data, Sebaiknya Urungkan Bentuk TPF Pemilu

TKN: Jika BPN Tak Punya Data, Sebaiknya Urungkan Bentuk TPF Pemilu Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional TKN Joko Widodo-Maruf Amin Abdul Kadir Karding (Foto: Antara/Riza Harahap)

Pantau.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menegaskan jika Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tidak bisa menunjukkan data penghitungan suara, sebaiknya mengurungkan wacana pembentukan tim pencari fakta pemilu presiden (TPF Pilpres) 2019.

"BPN lebih baik mengurungkan wacana pembentukan TPF Pilpres 2019, kalau tidak bisa menunjukkan data-data penghitungan suara," kata Abdul Kadir Karding melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Baca juga: TKN Sebut BPN Tak Permasalahkan DPT Di Sumbar dan Sumsel karena Menang

Menurut Karding, TKN sudah transparan dengan membuka ke publik sistem penghitungan suara yang dimiliki, tapi BPN selalu berdalih, menghindar, dan mencari-cari alasan ketika diminta untuk membuka data penghitungan suaranya.

"BPN tidak bisa membuktikan data dan fakta soal tudingan kecurangan pemilu presiden, tapi terus teriak melakukan pembentukan opini publik melalui media," katanya.

Rapat pleno KPU pemilu 2019 pada 20-22 Mei mendatang, menurut Karding, seharusnya bisa digunakan untuk mengadu data rekapitulasi suara pemilu presiden 2019. "BPN seharusnya datang dengan membawa data-data form C1 ke KPU dan melakukan verifikasi dengan data dari TKN 01 dan data dari KPU," katanya.

Baca juga: Prabowo Tolak Penghitungan KPU karena Tak Tega Penderitaan Rakyat

Anggota Komisi III DPR RI ini menegaskan, terkait tudingan adanya kecurangan Pilpres 2019 sekaligus dibuktikan melalui verifikasi data pada rapat pleno di KPU. "Kami dari TKN 01 sudah pasti datang dan siap mengadu data dengan BPN 02," katanya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, Kalau BPN 02 tidak berani datang, maka wacana pembentukan TPF itu otomatis gugur. "Karena itu, usulan pembentukan TPF itu adalah wacana yang mengada-ada," katanya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: