Pantau Flash
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan
Bima Sakti Tetapkan 23 Pemain Isi Skuad Garuda Asia di Piala AFF U-15
BNPB Sebut Tujuh Provinsi Ini Terdampak Kekeringan
KPK Benarkan Pemprov Papua Belum Berhentikan ASN Terlibat Korupsi
Atletik Juara Umum ASEAN Schools Games 2019

Prabowo Tolak Penghitungan KPU karena Tak Tega Penderitaan Rakyat

Headline
Prabowo Tolak Penghitungan KPU karena Tak Tega Penderitaan Rakyat Prabowo Subianto saat berpidato (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan sikap menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 versi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Prabowo beralasan, penghitungan versi KPU adalah suatu kecurangan. 

Hal itu diungkapkan oleh Prabowo dalam acara bertajuk 'Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019" yang digelar  di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa, (14/5/2019). Awalnya Prabowo mengatakan, bahwa dirinya masih menaruh secercah harapan kepada para anggota KPU yang sekarang sedang bekerja.

"Kami mengimbau kau anak-anak Indonesia yang ada di KPU, sekarang nasib masa depan bangsa Indonesia ada di pundakmu, kau yang harus memutuskan kau yang harus memilih menegakkan kebenaran dan keadilan demi keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia. Kalau kau memilih ketidakadilan berarti kau mengizinkan penjajahan terhadap rakyat Indonesia," ujarnya di lokasi.

Baca juga: BPN Menolak Hasil Penghitungan Suara Versi KPU, Ini Alasannya

Prabowo menambahkan, dirinya bersama dengan Sandiaga Uno tidak bisa menerima proses penghitungan yang dilakukan dengan cara-cara ketidakjujuran dan ketidakadilan.

"Kami masih menaruh harapan kepadamu tapi sikap saya yang jelas saya akan menolak hasil penghitungan pemilu saya akan menolak penghitungan yang curang," ungkapnya.

Mantan Danjen Kopassus itu menegaskan ia bersama Sandi mengaku ngotot bukan karena ambisi yang berlebihan. Akan tetapi setelah melihat penderitaan rakyat, ia dan Sandi akhirnya bergerak kembali.

Baca juga: Data Penghitungan Versi BPN: Prabowo-Sandi Unggul 54,24 Persen Suara

"Kalau ditanya hati saya sesungguhnya saya ingin istirahat. Tapi setelah saya keliling setelah saya lihat mata mereka saya menjabat tangan mereka mendengar harapan mereka rakyat Indonesia. Penderitaan rakyat akan suatu negara yang adil itu telah menjadi bagian dari diri saya," tuturnya.

"Karena itu tidak mungkin saya meninggalkan rakyat Indonesia. Saya akan timbul dan saya akan tenggelam bersama rakyat Indonesia. Kalau proses perampasan dan pemerkosaan ini berjalan terus hanya rakyat lah yang menentukan," tandasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: