
Pantau - Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Mohamad Dian Revindo menilai langkah governance reset yang dilakukan Danantara Indonesia terhadap badan usaha milik negara (BUMN) dapat menjadi momentum reposisi strategis dalam memperkuat peran BUMN sebagai instrumen pembangunan nasional.
Penguatan Kendali Negara di Sektor Strategis
Revindo mengatakan langkah evaluasi tata kelola tersebut penting untuk memastikan negara tetap memiliki kendali efektif atas sektor strategis yang menyangkut hajat hidup masyarakat seperti energi, infrastruktur, pangan, dan logistik.
Ia menilai governance reset merupakan langkah positif yang dapat menjadi fondasi transformasi BUMN agar lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada penciptaan nilai.
Ia menyebut kebijakan penataan ulang tata kelola juga akan mendapat perhatian pasar, terutama terkait keyakinan investor terhadap konsistensi BUMN dalam menerapkan standar internasional melalui proses yang transparan.
"Untuk itu, alignment dengan standar global dan transparansi komunikasi publik menjadi kunci," kata Mohamad Dian Revindo.
Menurutnya, jika dilakukan secara terbuka dan akuntabel, langkah tersebut dapat meningkatkan kredibilitas BUMN di mata investor maupun lembaga pemeringkat.
Sebaliknya, jika perubahan hanya dianggap sebagai langkah kosmetik untuk memperbaiki laporan keuangan, maka kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian di pasar.
Perubahan Insentif dan Audit Aset Jadi Kunci
Dalam jangka pendek, langkah seperti bedah neraca, pemeriksaan laporan keuangan, serta audit aset dinilai sebagai tindakan korektif untuk merespons persoalan lama di lingkungan BUMN.
"Seperti inefisiensi aset, tumpang tindih investasi, serta kualitas tata kelola yang belum merata antar perusahaan," ujar dia.
Revindo menegaskan bahwa governance reset tidak hanya menyangkut perubahan struktur organisasi, tetapi juga harus mencakup sistem insentif manajemen, mekanisme pengawasan, serta indikator kinerja berbasis value creation.
"Jika perubahan hanya bersifat administratif, resistensi akan tetap muncul. Tetapi jika reformasi menciptakan insentif yang lebih jelas dan profesional, maka adaptasi biasanya dapat terjadi secara bertahap. Berbagai studi menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi sangat bergantung pada perubahan sistem insentif dan akuntabilitas manajemen," kata Revindo.
Sebelumnya, Danantara Indonesia melalui Danantara Asset Management telah menyampaikan rencana governance reset kepada sejumlah BUMN dengan fokus pada pengkajian menyeluruh terhadap kebijakan akuntansi, kualitas pencatatan aset, penguatan tata kelola, serta manajemen risiko terintegrasi agar selaras dengan praktik terbaik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







