Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonomi Batam Tumbuh 6,76 Persen pada 2025, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekonomi Batam Tumbuh 6,76 Persen pada 2025, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional
Foto: (Sumber : (Dari kiri) Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dan Kepala BP Batam Amsakar Achmad. (ANTARA/HO-BP Batam).)

Pantau - Kota Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen secara year-on-year pada tahun 2025, tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau dan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

Industri dan Investasi Jadi Penggerak Utama

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan Batam Fary Djemy Francis mengatakan capaian tersebut menunjukkan transformasi ekonomi Batam semakin bertumpu pada sektor industri, perdagangan, logistik, dan investasi.

"Pertumbuhan ekonomi Batam di 2025 sebesar 6,76 persen, menunjukkan bahwa mesin ekonomi Batam digerakkan oleh sektor-sektor produktif seperti industri manufaktur, perdagangan, logistik, serta investasi yang terus meningkat. Pertumbuhannya lebih tinggi dari provinsi dan nasional," katanya dalam keterangan resmi di Batam, Senin.

Data Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada 2025 sebesar 5,88 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 5,11 persen.

Dibandingkan daerah lain di Kepulauan Riau, Batam berada di posisi tertinggi tanpa dukungan sektor minyak dan gas seperti di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Natuna.

Kabupaten Bintan mencatat pertumbuhan 6,43 persen, Kabupaten Karimun 5,44 persen, Kota Tanjungpinang 3,31 persen, Kabupaten Lingga 3,53 persen, Kabupaten Kepulauan Anambas 2,87 persen, sedangkan Kabupaten Natuna mengalami kontraksi minus 1,61 persen.

"Pertumbuhan Batam juga tanpa bergantung kepada sektor minyak dan gas, ini menjadi bukti bahwa Batam berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan internasional yang semakin kompetitif," ujar Fary.

Keunggulan Geografis Perkuat Daya Saing

Fary menilai pengukuran pertumbuhan ekonomi tanpa migas penting untuk melihat kekuatan ekonomi daerah secara lebih nyata dan berkelanjutan.

Menurutnya sektor migas sangat dipengaruhi harga energi dunia dan volume produksi sehingga tidak selalu mencerminkan aktivitas ekonomi lokal.

"Dengan melihat pertumbuhan tanpa migas, kita dapat melihat secara lebih jelas bahwa ekonomi Batam tumbuh karena kekuatan industri, perdagangan, dan investasi," tambahnya.

Ia menegaskan posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional serta kedekatan dengan Singapura dan Malaysia menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan.

"Batam memiliki keunggulan geografis dan ekosistem industri yang kuat. Dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, dan konektivitas logistik internasional, Batam semakin memperkokoh perannya sebagai hub investasi dan industri berdaya saing global," kata Fary.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti