Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Khofifah Dorong Percepatan Normalisasi Kendaraan ODOL demi Target Zero 2027 di Jawa Timur

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Khofifah Dorong Percepatan Normalisasi Kendaraan ODOL demi Target Zero 2027 di Jawa Timur
Foto: (Sumber : Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim..)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong percepatan normalisasi kendaraan over dimension over load atau ODOL guna mendukung target zero ODOL pada tahun 2027 di Jawa Timur.

Langkah tersebut dilakukan melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas pengemudi sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Khofifah mengatakan, "Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama dalam normalisasi kendaraan ODOL. Insya Allah kalau kita gerak bersama Jawa Timur Zero ODOL Tahun 2027".

Ia menjelaskan percepatan normalisasi dimensi kendaraan penting untuk menciptakan sistem transportasi jalan yang lebih tertib, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta menjaga kualitas infrastruktur.

Pengukuran kendaraan dilakukan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Timur terhadap 209 unit kendaraan milik anggota Gerakan Sopir Jawa Timur.

Dari total 238 unit kendaraan yang terdata, sebanyak 160 unit telah dikeluarkan spesifikasi teknis dimensinya dan diwajibkan menjalani proses normalisasi.

Proses normalisasi difasilitasi secara bertahap oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur termasuk dukungan pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan bagi pemilik kendaraan perorangan yang juga berprofesi sebagai sopir.

Khofifah mengatakan, "Proses normalisasi semuanya difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dukungan pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan".

Khofifah menegaskan pengendalian kendaraan ODOL tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menyangkut keselamatan seluruh pengguna jalan dan keberlanjutan infrastruktur transportasi.

Kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas serta mempercepat kerusakan jalan yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan anggaran perbaikan.

Ia mengatakan, "Di tengah penguatan logistik nasional, ODOL justru bisa menjadi penghambat. Kerusakan jalan akibat beban berlebih akan mempengaruhi efektivitas distribusi dan keselamatan".

Menurutnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha transportasi, komunitas pengemudi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci mewujudkan tata kelola transportasi jalan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.

Khofifah mengatakan, "Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas pengemudi, serta berbagai pemangku kepentingan merupakan modal penting dalam mewujudkan transportasi jalan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan".

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk melanjutkan normalisasi kendaraan yang masih masuk kategori ODOL agar target zero ODOL 2027 di Jawa Timur dapat tercapai.

Khofifah mengatakan, "Sekali lagi, terimakasih. Mari kita teruskan, kendaraan-kendaraan yang masih kategori ODOL, mari kita normalisasi bersama, dengan kekuatan yang kita miliki Insya Allah, kita bisa zero ODOL 2027 di Jawa Timur".

Penulis :
Aditya Yohan