
Pantau - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bersama TNI memperkuat kerja sama pembangunan infrastruktur hingga ke wilayah pelosok melalui Rapat Koordinasi Teknis TMMD ke-128 Tahun 2026 di Makorem 061 Suryakancana, Kota Bogor.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan merata sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia menilai Rakornis TMMD ke-128 menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah lintas sektor dalam mempercepat pembangunan daerah.
"Sinergi yang terus terjalin ini menjadi kekuatan bersama dalam memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat," ujar Rudy.
Fokus Infrastruktur dan Program Strategis
Fokus pembangunan dalam kerja sama tersebut meliputi pembangunan jalan, jembatan, serta penguatan berbagai program strategis nasional.
Beberapa program strategis yang dibahas antara lain program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, serta pembangunan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Rudy menegaskan pembangunan tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan, tetapi juga harus menjangkau daerah pelosok agar manfaatnya dirasakan secara adil.
"Melalui sinergi yang terus terjalin, kita bergerak bersama, saling melengkapi untuk memastikan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat," katanya.
Peran TNI dan Pembangunan Jembatan Perintis
Danrem 061 Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio menyatakan koordinasi antara TNI dan pemerintah daerah terus diperkuat, baik dalam menjaga kamtibmas maupun mendukung percepatan pembangunan.
Ia menyebut salah satu fokus kolaborasi adalah dukungan terhadap koperasi desa kelurahan merah putih, program makan bergizi gratis, serta sekolah rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami sudah sering berkoordinasi, namun momentum ini menjadi penting untuk membahas lebih fokus terkait kamtibmas dan percepatan pembangunan seperti koperasi desa kelurahan merah putih hingga dukungan terhadap makan bergizi gratis dan sekolah rakyat terus kami dorong," ungkap Thomas.
TNI juga menjalankan program pembangunan Jembatan Perintis Garuda sebagai solusi kebutuhan infrastruktur di wilayah rawan bencana.
Program ini diterapkan di wilayah Korem 061 Suryakancana sebagai respons terhadap kejadian jembatan hanyut yang menghambat mobilitas dan distribusi logistik.
"Beberapa kejadian jembatan hanyut menjadi perhatian kami. Perbaikan dilakukan menggunakan anggaran TNI dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah," jelasnya.
Setiap korem ditargetkan membangun lima jembatan setiap bulan dengan prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat dan hasil kajian teknis di lapangan.
"Program TNI dirancang untuk melengkapi program pemerintah daerah, sehingga kolaborasi ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat," sebutnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick








