
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan sedang menyiapkan Keputusan Gubernur (Kepgub) sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 terkait penguatan kebersihan di kawasan wisata.
"Pokoknya kita harus siap untuk melakukan arahan dari Bapak Presiden, dan Pemprov akan menyiapkan Keputusan Gubernur," ungkapnya.
Saat ini, draf Kepgub tersebut tengah dibahas oleh Biro Hukum dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.
Kebijakan ini ditujukan untuk mencakup berbagai kawasan wisata, termasuk desa wisata yang tersebar di seluruh Jawa Timur.
"Jadi tidak dialamatkan secara khusus ke Banyuwangi, tapi lingkaran-lingkaran di mana banyak wisatawan termasuk adalah desa wisata, semua insyaallah akan tercover. Ini ada keputusan Gubernur yang sedang dibahas hari ini," ia mengungkapkan.
Arahan Presiden Soal Sampah di Pantai dan Respons Banyuwangi
Dalam Rakornas yang digelar di Sentul, Bogor, Presiden Prabowo menyoroti kondisi kebersihan di beberapa kawasan wisata pantai, termasuk Pantai Pancur Alas Purwo, Banyuwangi.
Menanggapi hal ini, Gubernur Khofifah langsung berkomunikasi dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk memastikan informasi di lapangan.
"Iya, jadi saya sudah langsung mengonfirmasi ke Bupati Banyuwangi, kebetulan yang ditayangkan. Menurut Bupati Banyuwangi, kebetulan itu bukan area dalam otoritas kewenangan Pemkab," jelasnya.
Khofifah menambahkan bahwa Banyuwangi selama ini memiliki komitmen kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui berbagai program yang terus berjalan.
"Jadi kepada semua tim di Jawa Timur saya selalu sampaikan, enggak akan ada wisatawan datang kalau tidak bersih, dan Banyuwangi itu sampai memberikan berbagai apresiasi bagi mereka yang kampungnya bersih, kemudian lingkungannya bersih. Saya mengikuti persis," tegasnya.
Perlindungan Situs Sejarah Juga Jadi Sorotan
Selain isu kebersihan, Presiden Prabowo juga mengingatkan pemerintah daerah untuk menjaga dan melindungi situs-situs peninggalan sejarah bangsa.
Dalam Rakornas, ia mempertanyakan keberadaan situs bersejarah seperti Stasiun RRI tempat Bung Tomo berpidato saat pertempuran 10 November, serta situs-situs peninggalan Majapahit.
"Saya mau tanya, di mana Stasiun RRI yang digunakan oleh Bung Tomo waktu pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar ada beberapa yang sudah jadi pabrik saudara-saudara," kata Presiden Prabowo.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Khofifah telah menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur untuk melakukan verifikasi terhadap lokasi-lokasi yang diklaim sebagai cagar budaya.
"Jadi saya rasa perlu verifikasi. Jadi di RRI selalu menyampaikan bahwa ini adalah cagar budaya, ini juga Bung Tomo di sini. Tetapi bahwa Dinas Budpar Jawa Timur saya juga minta verifikasi yang benar yang di mana. Kira-kira apa yang menjadi arahan Bapak Presiden kita akan tindaklanjuti secara lebih detail ya," ujarnya.
Status Kebijakan Masih dalam Pembahasan
Sampai saat ini, Keputusan Gubernur yang disiapkan masih dalam tahap pembahasan internal Pemprov Jawa Timur.
Langkah ini diharapkan menjadi upaya sistematis untuk menjawab tantangan kebersihan dan pelestarian budaya di berbagai destinasi wisata Jawa Timur.
- Penulis :
- Shila Glorya





