Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Jawa Timur Perkuat Posisi sebagai Lumbung Ternak Nasional demi Kedaulatan Pangan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jawa Timur Perkuat Posisi sebagai Lumbung Ternak Nasional demi Kedaulatan Pangan
Foto: (Sumber: Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendampingi pemberian vaksinasi kepada hewan ternak di Surabaya, Rabu (28/1/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jatim))

Pantau - Jawa Timur menjadi provinsi penopang utama kedaulatan pangan nasional dengan kekuatan utama pada sektor peternakan yang menyuplai protein hewani dalam skala besar.

Kontribusi Jawa Timur tidak hanya berasal dari sektor pertanian seperti padi, tebu, cengkeh, dan jagung, tetapi juga dari sektor peternakan yang secara konsisten mendominasi produksi nasional.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional atau iSIKHNAS per 31 Desember 2023, angka kelahiran sapi di Jawa Timur mencapai 1,2 juta ekor atau sekitar 52 persen dari total kelahiran sapi nasional.

Data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia tahun 2023 mencatat populasi sapi perah di Jawa Timur sebanyak 289.375 ekor dan sapi potong mencapai 3,05 juta ekor.

Pada tahun yang sama, populasi ternak lain di Jawa Timur meliputi kerbau sebanyak 10.620 ekor dan domba sebanyak 604.997 ekor.

Dominasi Populasi dan Produksi Ternak Nasional

Pada 2024, populasi ternak di Jawa Timur terus mengalami peningkatan dengan sapi perah mencapai 292.265 ekor dan sapi potong meningkat menjadi 3,11 juta ekor.

Populasi ternak lain pada 2024 mencakup kerbau sebanyak 9.934 ekor, kuda 2.613 ekor, kambing 5,03 juta ekor, dan domba 609.817 ekor.

Statistik Indonesia 2025 mencatat Jawa Timur menyumbang 26 persen populasi sapi potong nasional dan 60 persen populasi sapi perah nasional.

Kontribusi Jawa Timur terhadap populasi kambing nasional mencapai 32 persen serta menyumbang 33 persen produksi telur ayam ras nasional.

Jawa Timur juga menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan daging nasional, 32 persen kebutuhan telur nasional, dan sekitar 60 persen kebutuhan susu nasional.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur secara konsisten di peringkat pertama sektor peternakan nasional dengan jarak yang cukup jauh dari provinsi lain.

Sebagai perbandingan, Jawa Tengah pada 2023 mencatat angka kelahiran sapi sekitar 320 ribu ekor dengan populasi sapi potong sebanyak 1,2 juta ekor.

Penguatan Produktivitas dan Program Inseminasi Buatan

Posisi Jawa Timur sebagai gudang ternak nasional menjadikannya tumpuan utama pemenuhan protein hewani nasional.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong peningkatan produktivitas sektor peternakan untuk menjaga keberlanjutan pasokan pangan.

Menjelang akhir 2025, Pemprov Jawa Timur meluncurkan Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan atau GSPIB 2025.

Program GSPIB bertujuan memacu produktivitas ternak dan mendukung target swasembada daging nasional tahun 2029.

GSPIB melibatkan 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur dengan fokus optimalisasi inseminasi buatan pada sapi.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan populasi dan kualitas genetik ternak secara masif.

Dalam periode Januari hingga 24 November 2025, inseminasi buatan dilakukan pada 1.099.397 ekor sapi di Jawa Timur.

Capaian tersebut dicatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai rekor inseminasi buatan terbanyak dalam satu tahun.

Upaya perlindungan dan penguatan sektor peternakan tersebut dinilai penting untuk menjaga kedaulatan pangan nasional.

Penulis :
Aditya Yohan