Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Zelenskyy Siap Bertemu Putin Bahas Teritorial dan PLTN Zaporizhzhya, Ukraina Dukung Usulan Perdamaian AS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Zelenskyy Siap Bertemu Putin Bahas Teritorial dan PLTN Zaporizhzhya, Ukraina Dukung Usulan Perdamaian AS
Foto: (Sumber: Foto kolase menunjukkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kanan). (ANTARA/Xinhua/am.))

Pantau - Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyatakan bahwa Presiden Volodymyr Zelenskyy siap bertemu langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk membahas isu-isu krusial seperti wilayah pendudukan dan kendali atas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhya yang saat ini dikuasai Rusia.

Ukraina Dukung Usulan Perdamaian AS, Eropa Dikesampingkan

"Seperti yang Anda ketahui, masalah-masalah yang paling sensitif masih belum terselesaikan. Justru untuk menyelesaikannya, presiden siap bertemu dengan Putin dan membahas hal ini," ujar Sybiha kepada Pravda Eropa, sebuah surat kabar Ukraina, pada hari Selasa.

Ia juga mengungkapkan bahwa Ukraina tengah mempersiapkan kesepakatan perdamaian berisi 20 poin yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ukraina berharap Amerika Serikat akan menandatangani kesepakatan tersebut bersama Rusia.

Namun, menurut Sybiha, Uni Eropa tidak akan menjadi bagian dari kerangka kerja perdamaian ini, meskipun tetap "hadir" dalam proses negosiasi dan jaminan keamanan.

Ia menambahkan bahwa pembicaraan masih berlangsung dan konfigurasi akhir dari kesepakatan belum ditetapkan.

Rusia, AS, dan Ukraina Gelar Pertemuan Trilateral di Abu Dhabi

Pertemuan pertama kelompok kerja trilateral antara Rusia, Amerika Serikat, dan Ukraina mengenai isu keamanan telah digelar di Abu Dhabi pada hari Jumat dan Sabtu.

Pemerintah Uni Emirat Arab menggambarkan pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana positif dan konstruktif.

Mereka juga menekankan bahwa delegasi Rusia dan Ukraina telah melakukan dialog langsung satu sama lain selama pertemuan tersebut.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, pada 23 November menyatakan bahwa Uni Eropa menolak perubahan batas wilayah Ukraina dan tidak mendukung pembatasan yang bisa melemahkan militer Ukraina.

Pernyataan tersebut ditanggapi Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Grushko, yang menyebut sikap Uni Eropa membuat perdamaian menjadi mustahil.

"Moskow tidak melihat adanya tempat bagi Eropa di meja perundingan," tegas Grushko.

Penarikan Pasukan Jadi Titik Krusial dalam Negosiasi

Pada 28 Desember, Presiden Zelenskyy menolak usulan penarikan pasukan Ukraina dari wilayah Donbas usai pertemuan dengan Presiden Trump.

Namun pada 23 Januari, juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas merupakan syarat penting dalam proses perdamaian.

Asisten Presiden Rusia, Yuri Ushakov, juga menyatakan bahwa pengunduran militer Ukraina dari wilayah sengketa menjadi komponen penting dalam rencana perdamaian yang menyeluruh.

Penulis :
Ahmad Yusuf