
Pantau - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, menegaskan komitmen DPR RI untuk terus memperkuat diplomasi parlemen di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu pada tahun 2026.
“Tahun 2026 ini tentu menjadi tahun yang lebih menantang dan menarik. Kita melihat dinamika geopolitik global yang tiba-tiba membara lagi, sehingga BKSAP harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” ujarnya dalam pernyataan resminya.
BKSAP DPR RI akan menyesuaikan agenda kerja panitia kerja (panja) yang dibentuk sebelumnya dengan perkembangan situasi global terkini.
Penyesuaian Agenda dan Fokus Isu Global
Pada periode sebelumnya, BKSAP telah membentuk tiga panja, termasuk Panja Artificial Intelligence (AI) yang masih berjalan hingga saat ini.
Ke depan, pembentukan dan fokus panja akan terus disesuaikan dengan isu-isu global yang relevan dan berdampak luas bagi Indonesia dan dunia.
Muhammad Husein menegaskan bahwa diplomasi parlemen akan terus diperkuat dengan kehadiran aktif DPR RI dalam forum-forum internasional bersifat undangan.
Kehadiran tersebut dinilai penting sebagai upaya mendorong solusi bersama di tingkat global melalui jalur parlemen.
“Kami akan terus berupaya hadir di forum-forum internasional. Harapannya, pada level parlemen, kita bisa memberikan kontribusi solusi bagi negara masing-masing dan membangun kerja sama yang lebih erat di tengah ketidakpastian global,” tambahnya.
Libatkan Generasi Muda dalam Diplomasi Parlemen
Melalui kegiatan BKSAP Days di lingkungan kampus, DPR RI juga mendorong keterlibatan generasi muda, khususnya akademisi dan mahasiswa, dalam memahami peran strategis diplomasi parlemen Indonesia.
Husein menilai pentingnya keterlibatan kalangan muda dalam menciptakan ruang dialog global yang lebih konstruktif.
Ia juga menekankan bahwa kerja sama lintas negara menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global secara bersama-sama.
- Penulis :
- Aditya Yohan







